Rudi, petugas kebersihan Trans Jakarta, Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Loyalitas Rudi, Petugas Kebersihan Padamkan Api di Halte Trans Jakarta

Estimasi Baca:
Sabtu, 30 Jun 2018 19:15:17 WIB

Kriminologi.id - Loyalitas nampaknya menjadi suatu hal yang tidak bisa dibeli dan tidak semua orang miliki. Hal ini tampak pada diri Rudi (23). Pemuda asal Bogor, Jawa Barat ini setiap hari bekerja sebagai petugas kebersihan di Halte Trans Jakarta, Grogol, Jakarta Barat.

Aksi heroiknya memadamkan api saat terjadi kebakaran di Halte Bus Trans Jakarta di depan Plaza Semanggi pada Sabtu sore, 30 Juni 2018 patut mendapat pujian. 

Kesetian pada pekerjaannya itu, salah satunya terlihat saat ia hendak pulang dan menggunakan bus Trans Jakarta untuk mengarah ke Cawang.

Saat melintasi Halte Semanggi, ia melihat ada kepulan asap dari halte itu. Sontak ia turun dan langsung mengambil Apar (alat pemadam kebakaran) yang menempel di dalam Halte Trans Jakarta, Plasa Semanggi. Seorang diri, ia lalu menyemprotkan api dengan tabung pemadam kebakaran seberat 3,5 Kg.

"Aparnya sempet abis, Pak, karena cuman ada satu di dalam halte," ujar pria asal Tajur ini kepada Kriminologi.id, Sabtu 30 Juni 2018.

Saat tabung pemadam kebakaran itu habis, Rudi mulai mencari akal untuk memadamkan api yang masih berkobar. Kobaran api itu tidak sebesar sebelumnya.

Ia pun mencari akal. Dengan tangan kosong, ia meraup tanah yang ada di taman di bawah jembatan halte bis itu. Kemudian ia melemparkannya ke area yang terbakar. Perbuatan itu ia lakukan berulang-ulang hingga api padam seutuhnya. 

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/5b3765c7e02c8-1530357191-0afd7d657f177e8a072a53b2b626c394.jpg

Kerja Keras Rudi dan beberapa petugas lalu lintas yang berusaha memadamkan pun nampaknya berbuah hasil. Api padam, hanya tersisa kumpulan tanah yang masih berasap.

Takut api akan meluap kembali, Rudi dan petugas yang lain akhirnya menggunakan air seadanya untuk memadamkan api. 

"Ada air mentah dalam botol Aqua satu liter. Kita siramin aja pake itu Pak biar bener-bener padam," ujarnya dengan nafas masih terengah-engah usai memadamkan api.

Api yang berkobar sejak pukul 15.15 Wib ini pun pelan-pelan padam dan situasi bisa terkendali.

Sebenarnya, Rudi bisa saja melanjutkan perjalannya menuju rumah dan berkumpul bersama keluarga. Namun pilihan itu tidak ia ambil. Jawabannya pun mengejutkan ketika Kriminologi.id bertanya alasan mau berkorban memadamkan api.

"Saya kan digaji sama Trans Jakarta. Masak saya liat kaya gini (kebakaran) diem aja. Kalau saya sakit, perusahaan pasti kasih saya keringanan, masak untuk hal seperti ini saya tidak inisiatif?," ujarnya polos.

Tidak ada rasa penyesalan terpancar di raut wajah Rudi sesaat setelah api dipadamkan. Ia senang dan bangga sudah bisa memberikan pelayanan yang baik bagi perusahaannya.

Setelah tugasnya selesai, ia melanjutkan  perjalannnya untuk pulang menuju Tajur, Bogor dan bertemu dengan keluarganya.

"Saya pulang dulu pak, harus transit naik kereta baru sampe bogor," ujarnya seraya meninggalkan Kriminologi.id di lokasi terjadinya kebakaran.

Pukul 16.06 Sudin Damkar Jakarta Pusat datang untuk melakukan penangannan dan pengecekan sumber api. Mereka melakukan penyemprotan dan memastikan agar api tidak muncul kembali. YH

Reporter: Walda Marison
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500