Suasana rumah duka Marthen Lay Raga, sopir truk yang terkena peluru nyasar saat melintas di Tol JORR, Jakarta Selatan. Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Marthen Lay Korban Peluru Nyasar, Sosok Cekatan dan Andalan Perusahaan

Estimasi Baca:
Rabu, 11 Jul 2018 16:20:19 WIB

Kriminologi.id - Penyebab tewasnya sopir truk di TOL JORR KM 184 dari arah Pasar Rebo menuju ke Cilandak, tepatnya di depan proyek Apartemen Izzara, pada Senin, 9 Juli 2018 yakni Marthen Lay Raga masih misteri. Hingga kini, pelaku atau pihak yang bertanggung jawab atas kematian pria berusia 38 tahun itu belum juga diungkap pihak kepolisian.

Meski informasi resmi terkait penyebab tewasnya Marthen belum terungkap, bagi rekan korban, Marthen merupakan sosok karyawan andalan di PT Eureka Logistic dan Bookhouse.

Kepada Kriminologi.id, rekan kerja korban yakni Alexander mengatakan Marthen merupakan sosok cekatan dalam bekerja.

"Marthen adalah pribadi yang cekatan dan giat bekerja. Bahkan, dia termasuk driver andalan perusahaan," kata Alexander, Selasa, 10 Juli 2018 malam, sebelum acara kebaktian pelepasan arwah di rumah korban di Kampung Pesona Laguna, Tapos, Depok, Jawa Barat.

Dalam menjalani profesi sebagai sopir, Alexander mengatakan, Marthen memiliki tiga jenis SIM, mulai dari SIM A untuk mobil, sim B untuk jenis truk, dan sim B1 untuk mobil khusus seperti mobil boks. Dengan memiliki tiga jenis SIM ini Marthen kerap membawa tiga jenis kendaraan, mulai kendaraan boks terbuka hingga truk Fuso.

Namun, di saat kejadian berlangsung, Alexander tidak mengetahui pasti saat itu korban sedang mengendarai kendaraan jenis apa.

"Saya sih enggak tahu pasti mobil saat (peristiwa) dikendarai itu apa. Cuma yang saya denger itu mobil boks. Almarhum ini sosok yang rajin dan tak suka mengeluh, jadi mobil jenis apa saja bisa dia kendarai. Mulai dari mobil pribadi, truk, dan mobil box bisa semua," kata Alexander.

Kedekatan Marthen dengan rekan kerja, kata Alexander, bisa terlihat dari kedekatan antara Marthen dengan sang kenek, yang ketika kejadian ada bersama-sama dengan korban. Terkait dengan identitas kenek tersebut, Alexander enggan menjawabnya. Ia hanya mengatakan keduanya cukup dekat. 

Apalagi, kata Alexander, sejak dua tahun terakhir, Marthen dan sang kenek sering mengantar barang bersama untuk memasok sejumlah barang-barang rumah tangga ke berbagai mal maupun ke perusahaan retail lainnya. Tidak hanya itu, keluarga Marthen dan sang kenek juga sudah saling mengunjungi. 

"Saya enggak bisa buka identitas kenek itu, maaf. Tapi Marthen dan kenek perusahaan kami cukup dekat satu sama lain, bukan cuma dikerjaan tapi di keluarga masing-masing juga dekat," ucap Alexander.

Lokasi Sopir Truk Tewas di Tol JORR dengan peluru bersarang di kepala. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id
Lokasi Sopir Truk Tewas di Tol JORR dengan peluru bersarang di kepala. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Setelah peristiwa ini, ia mengungkapkan, mengguncang psikologi sang kenek hingga jatuh sakit. Bahkan, sang kenek sempat mendapat perawatan dan melakukan pengakuan dosa di gereja untuk pemulihan jiwanya usai ditinggal rekannya, Marthen.

"Saya dengar kenek mobil ini masih di rumah. Dia sakit kepala karena dia menunggui almarhum di RS Fatmawati sehabis itu dipindahkan. Dia bahkan masih menangis sesengukan kalau ingat wajah Marthen Lay Raga di foto, dan dia masih syok banget, masih healing bahkan sampai pengakuan dosa di gereja," kata Alex menambahkan.

Menurut Alexander, terkait dengan kronologi detail kematian Marthen hanya diketahui sang kenek. Namun sayangnya, Alexander enggan menyebutkan identitas kenek dengan alasan kebijakan perusahaan.

"Jadi cuma dia yang tahu detailnya seperti apa. Ini kebijakan perusahaan melindungi identitas kenek," kata Alexander.

Meski ia tidak mengetahui persis kronologi kejadian yang menimpa Marthen dan keneknya, namun informasi yang diketahui tentang penyebab kematian kematian Marthen Lay Raga itu karena peluru nyasar di sekitar KKO Mabes TNI di Cilandak. 

"Informasi yang kami para pegawai dengar sih begitu. Katanya peluru nyasar itu ada saat kawan kami almarhum mau beli kopi. Kejadiannya di depan KKO Mabes TNI. Tapi sekali lagi itu masih kabar saja, Saya tidak tahu persis karena saya enggak di TKP," ucap Alexander.

Hingga kini, kronologi kematian Marthen Lay Raga ini masih sumir, dan terdapat dua versi, baik dari pihak kepolisian maupun keluarga. Saat diberitakan di berbagai media, Marthen Lay Raga saat itu sedang membawa mobil truk jenis Fuso.

Namun dari keterangan pihak keluarga meyakini kalau saat itu Marthen sedang membawa kendaraan boks tertutup, karena kendaraan boks itu dibawa Marthen pulang dan terpakir di depan rumahnya. YH 

 DM
KOMENTAR
500/500