Dr Yanto SH Ketua Majelis Hakim Setnov. Ilustrasi: Kriminologi.id

Mengenal Yanto, Ketua Majelis Hakim Perkara Setya Novanto

Estimasi Baca:
Kamis, 7 Des 2017 18:18:26 WIB

Kriminologi.id - Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Yanto akan memimpin persidangan Setya Novanto dalam perkara tindak pidana korupsi e-KTP. Sidang perdana menurut jadwal akan digelar pada Rabu 13 Desember 2017.

Salah satu alasan Yanto menjadi ketua majelis hakim yang akan mengadili perkara Setya Novanto karena hakim Jhon Halasan Butar-Butar yang selama ini menjadi ketua majelis hakim untuk perkara e-KTP akan dimutasi ke Pontianak. 

Yanto akan didampingi oleh 4 anggota majelis hakim yang sama dalam perkara e-KTP sebelumnya yakni, Frangki Tambuwun, Emilia Djaja Subagia, dan hakim ad-hoc Anwar, dan Ansyori Syaifudin.

Baca: PN Tipikor Gelar Sidang Setnov Sehari Sebelum Putusan Praperadilan

Menelisik profil Yanto dari situs PN Jakarta Pusat, pria kelahiran Gunung Kidul pada 21 Januari 1960 itu telah lama menjalani peran sebagai pengadil.  

Yanto diantaranya pernah menjadi hakim anggota di PN Jakarta Selatan sejak Maret 2014 hingga Februari 2015. Kemudian Yanto mulai menduduki posisi struktural di pengadilan dengan menduduki jabatan Wakil Ketua PN Sleman mulai Februari 2015 hingga Oktober 2015. Berikutnya Yanto mulai merasakan kursi ketua pengadilan dengan menduduki jabatan Ketua PN Sleman mulai Oktober 2015 hingga April 2016.

Perjalanan Yanto sebagai ketua pengadilan berlanjut saat ditugaskan menjadi Ketua PN Denpasar mulai April 2016 hingga pada September 2017 akhirnya ia berlabuh di ibukota memimpin PN Jakarta Pusat.

Yanto tergolong hakim yang memerhatikan pendidikan formal. Ia mengantongi gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Jayabaya Jakarta pada tahun 2011. Sebelumnya ia meraih gelar master ilmu hukum dari Unversitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada tahun 2008, dan gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta tahun 1986.

Baca: Pengacara: KPK Sengaja Gugurkan Gugatan Praperadilan Setya Novanto

Saat menjadi Ketua PN Sleman, Yanto berhasil membuat pengadilan tersebut meraih sertifikat ISO 9001-2008 sebagai pengadilan modern berbasis IT karena berhasil melakukan penerapan sistem jadwal sidang secara online dan One Day Minute.

Dalam penelusuran Kriminologi, saat bertugas di PN Denpasar, Yanto kerap menangani kasus tindak pidana dengan tersangka warga negara asing.

Pada Agustus 2017, Yanto menangani kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu dengan tersangka warga negara Rusia, Alexey Prusov. Yanto yang menjadi ketua majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Alexey dengan hukuman 9 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 2 miliar.

Sebelumnya, pada Agustus 2016, Yanto juga menjatuhi hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar terhadap warga negara Singapura, Mohammad Noh Bin Abdul Salam 

Pada Maret 2017, Yanto menjatuhi vonis hukuman penjara 6 tahun kepada warga negara Inggris, James Taylor karena melakukan penganiayaan hingga menewaskan seorang anggota Polsek Kuta, Aipda Wayan Sudarsa. Dalam kasus yang sama, pacar James yakni Sara Connor dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. 

Dalam perkara korupsi, Yanto pernah memvonis pegawai Bank BRI, Wayan Gede Supartha dengan vonis 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta karena melakukan pembobolan BRI cabang Singaraja, Bali sebesar Rp 3,8 miliar. RZ

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500