Suasana rumah Sahrul pelaku penyiraman air keras di Duren Sawit, Jakarta Timur, (5/2/2018). Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Muhammad Sahrul, Penyiram Air Keras ke Pokdar Kamtibmas Dikenal Lugu

Estimasi Baca:
Selasa, 5 Jun 2018 16:05:20 WIB

Kriminologi.id - Muhammad Sahrul (19), pelaku penyiraman air keras kepada anggota Kelompok Sadar (Pokdar) Kamtibmas dikenal pendiam. Dirinya banyak menghabiskan waktu nongkrong di lapangan bulutangkis atau bermain game online Mobile Legend hingga larut malam. 

Sahrul tinggal di Jalan Buaran III RT 02/15, Duren Sawit, Jakarta Timur. Bungsu dari lima bersaudara ini ditangkap di rumahnya yang terletak di gang sempit. 

Alex, bukan nama sebenarnya, teman Sahrul mengatakan pria berusia 19 tahun itu merupakan sosok anak yang lugu, meskipun memiliki badan tinggi besar.

"Anaknya lugu bang, pendiem juga, orangnya tinggi besar," singkat Alex yang mewanti-wanti agar namanya tak dicantumkan, Selasa, 5 Juni 2018 pagi.

Menurut Alex, dirinya tidak yakin kalau temannya itu berani melakukan penyiraman air keras tanpa ada tekanan dari seniornya. 

Sahrul mengaku diperintah oleh seniornya bernama Ukuy agar menyiramkan air keras kepada anggota Kelompok Sadar (Pokdar) Kamtibmas bernama Daniel Ksatria (27) di Jalan Otista, Jakarta Timur, Minggu, 3 Juni 2018 pagi. 

Air keras itu tersimpan dalam botol air mineral yang dipegang Sahrul. Saat melempar air keras yang disimpan dalam botol air, dirinya juga terkena cipratan air keras yang dibeli seniornya itu.

"Kalau dia tidak dipaksa oleh para seniornya dia mana berani, anaknya juga begitu," katanya.

Sementara itu Adi, kakak Sahrul, mengatakan tidak menyangka adiknya bakal berani melakukan tindakan penyiraman air keras terhadap Daniel. Sahrul memang dikenal lugu.

"Dia disuruh seniornya, dia orangnya kan agak-agak lugu, emang badannya tinggi besar, tapi dia gak mungkin berani ngelakui itu kalau gak disuruh dan diancam seniornya," kata Adi kepada Kriminologi.id di rumahnya, Selasa, 5 Juni 2018 siang.

Sahrul sempat menceritakan kepada keluarga, kalau dirinya tidak mengetahui air yang dititipkan seniornya itu merupakan air keras. Sepanjang jalan, botol berisi air keras itu dipegang Sahrul. 

Adi memperkuat ketidak tahuan adiknya terhadap air keras itu saat melakukan penyiraman pun sang adik ikut tersiram. 

"Jadi dari botol langsung disiram ke wajah bang Daniel, abis disiram itu botol diputer-puter sambil air keras keluar sama dia, karena dia nggak tau itu air keras dia mengira air putih," katanya.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500