Muhammad Zaelani Sidiq Korban Tawuran, Petuah Guru Silat Usir Dendam

Estimasi Baca :

Ilustrasi tawuran/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi tawuran/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Ketenangan masih terpancar dalam diri Muhammad Zaelani Sidiq (21), atlet pencak silat yang menjadi korban pembacokan pada aksi tawuran di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 26 Mei 2018. 

Zaelani mengaku sama sekali tidak menaruh dendam sedikitpun terhadap pelaku yang telah membuat tangan kanannya putus akibat dibacok. Saat itu, Zaelani hendak menolong Esa, dari serangan lawan dalam tawuran tersebut. 

"Saya sih enggak punya dendam bang. Niatnya emang nyelamatin Esa, soalnya dia kan waktu ikut tawuran enggak bawa senjata," kata Zaelani ketika Kriminologi.id temui di Kamar 101 Ruang Teratai RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Senin, 28 Mei 2018.

Zaelani terlihat sabar. Ia pun menjelaskan kenapa dirinya tidak menaruh dendam kepada pelaku yang membuat lengan kanannya belum bisa digerakkan. Dengan wajah datar tanpa ekspresi, Zaelani teringat petuah sang guru silat di Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan agar tidak menaruh dendam pada pelaku. 

Alasannya, semuanya sudah tersedia jalur hukum untuk menyelesaikan perkara yang menimpa dirinya itu.  Adalah Pri Prihanto dan Nur Diana, yang menjadi guru silat tempat Zaelani berlatih. 

"Mas Pri (Prihanto) sama ibu Nur (Nur Diana) dari PSHT juga udah ngasih tau, jangan ada dendam, ini negara hukum, yakin setiap persoalan pasti bisa diproses secara hukum," kata Zaelani.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/5b0bc9e8b0ad6-1527499240-30ae43ad1aa0a416699051b73a3dfcf6.jpg

Kini, terhitung sudah 2 hari Zaelani berbaring di kamar Teratai tersebut. Tampak tangan kanannya belum bisa digerakkan dan diganjal menggunakan bantal.

Di dekat tangan kanannya, terpasang lampu pijar menyala. Lampu ini digunakan untuk memancing agar pembuluh darah pada tangan kanan Zaelani bisa kembali berfungsi sedikit demi sedikit.

Sebelumnya, Muhammad Zaelani Sidiq menjadi korban pembacokan hingga tangan sebelah kanannya terputus saat peristiwa tawuran di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, terjadi pada Sabtu, 26 Mei 2018, sekitar pukul 04.00 WIB pagi.

Ketika itu, korban diketahui hendak menyelamatkan Mahesa Tri Saputra (16), sepupu dari pacarnya Oktaviani. 

Setelah berhasil menyelamatkan Mahesa dari serangan lawan yang menggunakan senjata tajam, dua orang yang diketahui bernama Asep alias Cepot (19) dan Dewa (16) menyerang Zaelani. 

Saat itu, Zaelani hendak berbalik badan untuk menyelamatkan diri. Serangan yang menimpa Zaelani itu berupa pemukulan menggunakan stik golf ke bagian kepala bagian belakang korban.

Tak hanya pemukulan. Tak lama, tangan kanannya dibacok dengan menggunakan senjata tajam. Ia pun berusaha melarikan diri bersama Imanuel dan Haikal, rekan korban.

Pada saat hendak melarikan diri itulah Zaelani menyadari tangannya putus akibat dibacok oleh Dewa. Korban pun panik. Imanuel kemudian menemukan tangan kanan korban dan menyimpan potongan itu ke dalam plastik dan menyelamatkan diri.

Bersama Haikal, keduanya membawa korban ke RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan. Tawuran yang berlangsung dini hari itu melibatkan warga Gang Monas dan Gang Lestari RT 02 RW 03 Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. YH/

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Muhammad Zaelani Sidiq Korban Tawuran, Petuah Guru Silat Usir Dendam

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu