Nenek Cicih Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Nenek Cicih, Istri Veteran yang Digugat Anaknya Hidupi 18 Cucu

Estimasi Baca:
Kamis, 22 Feb 2018 18:34:42 WIB

Kriminologi.id - Selasa, 20 Februari 2018 menjadi hari bersejarah bagi Nenek Cicih yang pertama kali menginjakkan kaki di Pengadilan Negeri Bandung sepanjang hidupnya. Nenek 18 cucu dan tujuh cicit itu datang ke PN Bandung Klas I A dalam rangka mediasi terkait gugatan empat anak kandungnya. 

Cicih, ibu kandung yang digugat empat anaknya adalah istri veteran yang membiaya hidup 18 cucu, termasuk anak dari para penggugatnya. Nenek Cicih digugat empat anaknya karena menjual tanah peninggalan suaminya seluas 91 meter persegi tanpa sepengetahuan sang anak.

Tanah hak warisan dari suaminya dijual Cicih kepada bidan seharga Rp 250 juta. Hasil penjualan tanah itu tidak digunakan ibu lima anaknya sendiri. Sebanyak Rp 138 juta digunakan merenovasi rumah salah satu anak yang menggugatnya dan sisanya Rp 112 juta untuk kebutuhan hidup dan biaya sekolah cucunya.  

Baca: Digugat Rp 1,6 Miliar, Nenek Cicih Jaga Ucapan Demi Empat Anaknya

Cicih merupakan janda dari seorang veteran berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda). Adalah Suwanda Udin, suami Cicih yang meninggal dunia karena sakit tahun 2012. Setelah ditinggal suaminya, Cicih hidup hanya mengandalkan uang pensiun sebesar Rp 1,2 juta untuk menanggung hidup dirinya bersama cucunya. 

Suasana rumah nenek Cicih

Cicih mengaku baru mengetahui jumlah gaji yang diterima sejak tahun 2008, setelah suaminya mulai sakit-sakitan. Selama Suwanda berdinas aktif, Cicih hanya menerima uang sebesar Rp 200.000 per bulan.

"Baru 2008 saya tahu gaji suami, karena saat itu sakit suami saya, saya yang ambil uang pensiunan sebesar Rp 1.200.000 per bulan nya," papar Cicih, Kamis, 22 Februari 2018.  

Penghasilan itu digunakan untuk menghidupi lima anaknya. Hingga saat ini, nenek berusia 78 tahun itu mengaku masih membiayai cucunya. 

Baca: Jual Tanah Peninggalan Suami, Nenek Cicih Digugat Anaknya Rp 1,6 M

"Ya anak saya juga saya nafkahi, saya sayang sama anak saya. Meski mereka mengajukan gugatan," paparnya.

Dokumen yang dimiliki nenek Cicih

Alit mengatakan sejak ditinggal ayah, kehidupan keluarga mereka semakin menurun. Untuk bertahan hidup, Nenek Cicih banyak dibantu oleh tetangga sekitar yang merasa kasihan. Empat anaknya itu sama sekali tidak pernah memberikan bantuan untuk ibunya. 

Dengan sedikit menahan rasa haru, Alit membocorkan kalau empat kakaknya itu justru menambah beban ibunya. 

"Keempat kakak saya malah meminta uang kepada ibu. Kakak saya berempat anaknya diasuh sama neneknya. Sampai cicitnya, cucu dari anaknya itu diasuh di sini. Ini kan aneh," ujar Alit dengan nada sedih.

Baca: Warga Gugat Bupati Bantaeng Terkait Utang Investor Rp 4,9 Miliar

Soal penjualan tanah yang menjadi penyebab guguatan ibunya, Alit ikutan mengklarifikasi. Sebidang tanah yang dijual ibunya itu sebenarnya hak ibu. Ia pun menunjukkan surat resmi hak waris yang ditandatangani di atas materai. 

"Kalau sekarang gugat ditanyakan mana hak waris, ada. Saya tunjukkan dan resmi ditandatangani materai. Yang merupakan hibah dari ayah saya, dan saya nyatakan juga bahwa saya tidak akan merebut hak atas ibu saya itu, meski saya belum dikasih warisan," jelasnya.

Nenek Cicih tinggal di rumah bersama Alit dan dua anaknya. Dede Rohayati, anak cucunya pun tinggal bersama neneknya. Namun sejak melayangkan gugutan, Dede keluar dari rumah itu. SM

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500