Situasi rumah nenek Cicih. (22/2/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Nenek Cicih Korban Cekcok Anak, Gugat Ibu karena Tantangan si Bungsu

Estimasi Baca:
Sabtu, 24 Feb 2018 21:12:50 WIB

Kriminologi.id - Nenek Cicih, istri veteran yang sudah lima tahun ditinggal suami menjadi korban hubungan anak yang kurang harmonis. Hanya karena terpancing emosi, empat anak tega menggugat ibu kandungnya sendiri ke Pengadilan Negeri Bandung karena menjual tanah warisan almarhum ayahnya. 

Pemicunya adalah tantangan dari Alit Kamila, si bungsu setelah beberapa kali pertemuan keluarga selalu buntu dan tidak menemukan jalan kesepakatan. 

Ai Sukawati, anak kedua dari lima bersaudara mengatakan pada September 2017 adalah pertemuan terakhir keluarga membahas permasalahan penjualan tanah yang difasilitasi ketua RT dan Ketua RW setempat. Namun pertemuan itu deadlock alias tidak menemukan kesepakatan bersama. 

Baca: Pengakuan Anak Nenek Cicih, Gugat Ibunya Demi Selamatkan Aset Keluarga

Foto nenek Cicih

"Sudah deadlock, dan ada tantangan dari Alit jika mau dibawa ke jalur hukum pun silakan," ujar Ai. 

Ucapan terakhir si bungsu ini pun membuat empat kakaknya berang. Akhirnya keempat sepakat untuk mengajukan gugatan secara perdata dengan alasan untuk menyelamatkan sisa aset keluarga. Gugatan ke pengadilan ini menjadi mediasi akhir yang dilayangkan Januari 2018. 

Ai membantah keras jika ia dan tiga saudaranya disebut meminta jatah warisan. Ia menyebut kalau dirinya dan tiga saudaranya telah menerima warisan dari almarhum ayah. 

Hanya saja, gugatan itu dilayangkan karena ibu kandungnya melepas tanah dengan harga jual jauh di bawah pasar. Dan penjualan tanah dengan harga murah ini bukan kali ini saja dilakukan nenek Cicih. 

Baca: Curhatan Anak Bungsu Nenek Cicih Soal Ulah Empat Kakaknya

dokumen yang dimiliki nenek Cicih

"Bukan kali ini saja ibu menjual tanah dengan harga murah," ujarnya.   

Ai dan tiga saudaranya pasrah dengan dampak gugatan dari masyarakat yang menyebut sebagai anak yang tidak sayang terhadap ibunya sendiri. Namun ia menyebutkan kalau dirinya masih sayang terhadap ibu yang melahirkannya itu. 

"Ya kami pasrah saja menyikapi opini yang muncul, hanya saja kami tegaskan kami masih sayang ibu kami. Tak separah yang diduga dengan menelantarkan nenek Cicih sendiri. Itu kami nyatakan tidak benar," ujarnya. 

Baca: Nenek Cicih, Istri Veteran yang Digugat Anaknya Hidupi 18 Cucu

Rasa hormat terhadap ibu kandungnya, kata Ai, ditunjukan dengan mengunjungi rumahnya usai pertemuan sidang mediasi di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa, 20 Februari 2018. Namun, saat Ai tiba, nenek 18 cucu dan tujuh cicit itu sedang keluar rumah. 

"Pascapersidangan kemarin, malamnya saya ke rumah nenek Cicih, namun nenek nggak ada karena bertemu dengan salah satu calon gubernur," jelasnya.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500