Pelaku Penusukan di Masjid BSI Kerap Ikut Tausiah Ustaz Riza Muhammad

Estimasi Baca :

Bangunan masjid Darul Muttaqin tampak depan, TKP penusukan  ustad oleh orang gila di Depok (12/3/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Bangunan masjid Darul Muttaqin tampak depan, TKP penusukan ustad oleh orang gila di Depok (12/3/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id
Warga setempat meragukan jika pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Pasalnya pelaku kerap mengikuti kegiatan di masjid.

Kriminologi.id - Vivi, pelaku penusukan ustaz Abdul Rahman di Masjid Darul Muttaqin Perumahan Bumi Sawangan Indah, Minggu 11 Maret 2018, diketahui aktif mengikuti kegiatan di masjid tersebut. Vivi kerap mengikuti tausiyah dan menghadiri sejumlah acara yang digelar di masjid tersebut.

Pantauan Kriminologi, Senin, 12 Maret 2018. Masjid Darul Muttaqin terletak di Perumahan Bumi Sawangan Indah, Sawangan Lama, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Masjid Darul Muttaqin masih dalam proses pembangunan dan belum sepenuhnya rampung. Masjid itu mulai dibangun sejak tahun 2013.

Peristiwa penusukan terhadap ustaz Abdul Rahman  itu terjadi pada Minggu, 11 Maret 2018, saat jamaah masjid akan menunaikan salat Subuh. Choeroni (47), seorang bendahara dan anggota DKM Masjid Darul Muttaqin, menjelaskan peristiwa itu.

Baca: Pria Berpeci Ditusuk Perempuan di Depok dari Belakang, Diduga Gila

penusukan ustaz

Lokasi penusukan ustaz Abdul Rahman di Masjid Darul Muttaqin, Bumi Sawangan Indah

Saat ditemui, Choeroni sedang membantu memasangkan keramik untuk pilar-pilar Masjid Darul Muttaqin. Choeroni bercerita tentang kronologi kasus penusukan yang menimpa Abdul Rahman yang juga ketua RT 05.

"Kejadiannya pas mau salat Subuh, sebelum azan si Vivi sudah mondar-mandir di sekitaran masjid, terus pergi lagi. Nah pas selesai adzan si Vivi dateng lagi ke sini mau ikutan shalat, udah pake mukena lengkap, bawa tas juga. Pas saya baru mau takbir, tiba-tiba anaknya pak Abdul teriak, bapak, awas bapak!, saya kaget. Pas nengok ternyata si Vivi nusuk pak Abdul," ujar Choeroni kepada Kriminologi, Senin, 12 Maret 2018.

Choeroni menambahkan, setelah Vivi menusuk Abdul Rahman, jamaah masjid langsung menolong menjauhkan Abdul dari Vivi.

Choeroni juga menceritakan bahwa Vivi merupakan sosok yang memiliki kepribadian ganda. Ketika sadar, Vivi kerap ikut serta salat berjamaah di Masjid Darul Muttaqin.

"Kalau lagi sadar, sering salat disini juga. Kemana-mana pake kerudung, dandan menor. Dibilang punya gangguan jiwa juga ya engga soalnya kan sering datang ke masjid juga, pernah ikutan tausiyahnya ustadz Riza. Kalau lagi ada acara masjid juga kadang bantu-bantu bawain makanan," imbuh Choeroni.

Choeroni menceritakan, Vivi menjadi warga Perumahan Bumi Sawangan Indah 1 sekitar sejak tahun 2012 bersama keluarganya. Tidak lama kemudian, orang tua Vivi meninggal dunia. Sepeninggalan orang tuanya, Vivi mewarisi rumah bekas orang tuanya dan tinggal bersama saudara laki-lakinya. Tidak lama kemudian, Saudara laki-lakinya memutuskan untuk pisah rumah.

lokasi penusukan sawangan

Masjid Darul Muttaqin di perumahan Bumi Sawangan Indah 1, lokasi penusukan ustaz Abdul Rahman.

"Sudah tinggal di sini mungkin sekitar 6 tahun. Dulu pas pindah k esini bareng sama keluarganya. Semenjak orang tuanya meninggal, rumah diwariskan ke Vivi. Pas dapat rumah Vivi sempat tinggal sama saudaranya yang laki-laki, terus saudaranya pindah rumah," ujar Choeroni.

Baca: Penusukan Ustaz Depok, Kriminolog: Aktornya Lihai Mainkan Orang Gila

Choeroni menambahkan bahwa pada waktu kejadian, Vivi membawa tas perempuan bergambar Mickey Mouse yang berisi senjata tajam.

"Pas ke sini kan pake mukena memang mau ikut salat, dia juga bawa tas gambar Mickey Mouse. Ternyata isinya pisau sama gunting, mungkin mau dipake buat nyerang pak Abdul," kata Choeroni.

Mengenai sosok Vivi, Choeroni menjelaskan dia pernah tiba-tiba dikerjar Vivi. Selain itu, Choeroni juga kerap melihat Vivi memesan ojek online dan pernah diantar hingga ke Kampung Melayu.

"Dia juga pernah ngejar-ngejar saya, engga tau kenapa. Saya juga sering liat dia mesen ojek online, diantar sampai ke Kampung Melayu. Pas dianter pulang lagi banyak ojek online yang datang ke masjid ke sini, nanya ke saya, pak itu cewek waras apa engga sih, saya nganterin ke Kampung Melayu cuka dibayar 7000 perak, terus di jalan ngomongnya engga nyambung," ujar Choeroni. AS

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Pelaku Penusukan di Masjid BSI Kerap Ikut Tausiah Ustaz Riza Muhammad

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu