Ilustrasi pelaku pembunuhan Mashita. Foto: Ist/Kriminologi.id

Pembunuh Mashita Oktavia, Korban Perceraian Ortu dan Dewasa di Jalanan

Estimasi Baca:
Selasa, 12 Des 2017 13:30:12 WIB

Kriminologi.id - Mashita Oktavia tewas ditangan Angga Saputra, Sabtu dinihari, 9 Desember 2017. Peristiwa berdarah itu terjadi di depan Perumahan Alinda Kencana 1, Kota Bekasi. Gadis muda itu dicelurit Angga dalam keadan mabuk minuman keras jenis gingseng.

Angga membunuh Mashita gara-gara rencana balas dendam kepada musuhnya yang bernama Rizal tak kesampaian. Dalam kondisi mabuk, pemuda berusia 17 tahun itu melampiaskan kekesalannya kepada Mashita karena tak kunjung menemukan Rizal.

Aksi keji Angga menghenyakan warga di lingkungan tempat tinggalnya, Kampung Bulak Perwira RT 05, RW 17, Bekasi, Jawa Barat. Di mata warga, Angga dikenal sebagai anak yang pendiam dan jarang membuat masalah.

Baca: Mashita Sempat Cekcok Mulut Sebelum Tewas Dicelurit

Warga tak menyangka dibalik sifat pendiamnya, tersembunyi kelakuan nekat Angga yang begitu menyeramkan hingga dia tega dengan sadis membunuh Mashita.

"Di lingkungan sini, dia dikenal gak banyak neko-neko. Baik lah orangnya, pendiem juga, temannya sedikit juga," kata Ketua RT O5, Mutarom saat diwawancara Kriminologi di Bekasi, Selasa, 12 Desember 2017.

Angga diketahui tinggal bersama ibu dan ayah tiri serta tiga adik tirinya. Keluarga ini tinggal di sebuah kontrakan berbentuk rumah petak.

Mutarom menduga sikap Angga mulai berubah saat orang tuanya cerai. Perceraian orang tuanya juga berdampak terhadap pendidikannya di Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bekasi. Ia berhenti dari sekolah saat masih duduk di bangku kelas dua.

Baca: Sebelum Tewas Dicelurit, Mashita Oktavia Pergi Bersama Pacar

Ketika berhenti sekolah, Angga memutuskan untuk menjadi pengamen. Keputusan ini tak dicegah orang tuanya. Angga mengamen untuk memenuhi hidup dirinya dan juga keluarga. Ia pun bergabung dan mulai bergaul dengan anak-anak jalanan di wilayah Bekasi Utara.

Meski menjadi pengamen, kata Mutarom, sikap Angga di lingkungan mereka tidak berubah. Mutarom menyebut, Angga keras dan nakal saat mengamen saja.

"Kayaknya sejak mulai ngamen itu dia mulai nakal. Cuma di daerah sini baik aja," katanya.

Mutarom juga yakin jika Angga dan Mashita tidak saling mengenal satu sama lain. Ia menduga warganya itu nekat menghabisi Mashita akibat pergaulannya yang salah.

"Dugaannya gara-gara itu. Dia salah bergaul dengan orang minum-minum (red; mabuk-mabukan) dan ujung-ujungnya begini," kata Mutarom dengan nada sedih.

Baca: Tewas Dicelurit, Ponsel Mashita Hilang di Lokasi Kejadian

Sebelum ditemukan tewas, Mashita sempat berpamitan kepada keluarganya untuk pergi jalan-jalan bersama dengan temannya menggunakan sepeda motor Yamaha Mio. Namun saat hendak pulang ke rumah, shock breaker bagian depan motor Mashita tiba-tiba patah, hingga ia terpaksa menepi di depan gerbang Perum Alinda Kencana I.

Mashita korban pembunuhan di Bekasi Foto: Ist/Kriminologi.id

Di lokasi itu, gadis berumur 17 tahun yang biasa dipanggil Shita menelepon keluarganya untuk dijemput karena sepeda motornya mengalami kerusakan. Saat sendirian menunggu jemputan itu ternyata menjadi detik detik terakhir dalam hidup Shita.

Tak  beberapa lama setelah menelpon kakeknya, melintaslah AS yang menurut pengakuan sementara dalam pengaruh miras. AS menggunakan sepeda motor dibonceng oleh rekannya bernama Taufik.

AS kemudian meminta Taufik untuk berhenti dan mendekati Shita yang masih menunggu jemputan sang kakek. 

"AS langsung mendekati korban. Sempat terjadi cekcok dan AS langsung menghujamkan senjata yang dia bawa ke bagian leher dan perut," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Indarto, di Mapolres Bekasi Kota, Senin, 11 Desember 2017. MG

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Nuruddin Lazuardi
KOMENTAR
500/500