Suasana kamar indekos yang dihuni Petrus Paulus, pembunuh Ali Rahman. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Pembunuhan Ali Rahman, Petrus Dikenal Gemar Lari Sore dan Fitnes

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Apr 2018 18:40:05 WIB

Kriminologi.id - Sosok Petrus Paulus Uluabun (21), pembunuh Ali Rahman (34), ternyata tidak banyak dikenal oleh warga sekitar di lokasi pembunuhan di Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Warga hanya mengenal sosok Petrus kerap berolahraga dengan berlari pada sore hari.

Sejumlah warga menuturkan sosok Petrus saat Kriminologi.id mendatangi lokasi tempat kos tersebut, Rabu, 18 April 2018. Ita Masitah, Ketua RT 08, pelaku menyewa rumah kos milik Rita Anggraeni yang terletak tidak jauh dari lokasi pembunuhan Ali Rahman

Hal senada juga diungkapkan Junaedi (50), seorang yang dipercaya oleh Rita Anggraeni untuk mengawasi rumah kost milik Rita.

"Kamar kosnya ada enam, tiga di atas buat cowok, tiga di bawah buat cewek. Harganya Rp 500 ribu," ujar Junaedi kepada Kriminologi.id, Rabu, 18 April 2018.

Junaedi menambahkan, Petrus baru tinggal di rumah kos milik Rita sekitar 3 bulan. Pada awalnya, Junaedi tidak mengetahui bahwa Petrus yang kerap disapa Paulus merupakan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia.

"Kalo Paulus dia anak baru, pindah ke kosan bu Rita baru 2-3 bulanan, dia ngekosnya sendirian. Awalnya saya engga tahu dia mahasiawa UKI, sampai ada temennya yang suka ngajar bimbel di deket gapura RT 07 kenal sama Paulus, nah ternyata Paulus juga mahasiswa UKI," tukas Junaedi.

Junaedi menceritakan, Paulus sebenarnya merupakan sosok yang cukup baik dan gemar berolahraga lari. Menurutnya, hampir setiap hari Junaedi dan warga sekitar melihat Paulus berlari dari siang menjelang sore hari.

"Kalau ngobrol sama orangnya sih belum pernah, negur juga jarang karena tiap ketemu dia orangnya kayak buru-buru. Tapi dia sering bersih-bersih lantai kosan yang diatas. Nah dia itu hobinya lari hampir tiap hari dia lari dari siang sampe sore ke arah UKI sana, ya pasti lewat tempat pembunuhan," ujar Junaedi.

Cerita lain diungkapkan Anto, seorang pedagang warung kopi yang ada di seitar tempat kos tersebut. Sosok Paulus menurut Anto berperawakan seperti seseorang yang gemar berlatih di pusat kebugaran.

"Kalo dilihat dari tingginya sih dia kan engga terlalu tinggi, pendek malah, cuma badannya itu agak keker, kayak orang yang sering fitnes," imbuh Anto.

Ali Rahman ditemukan tewas di Gang Waru, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur pukul 20.00 WIB, Senin, 16 April 2018. Korban tewas karena dianiaya Petrus Paulus karena motif sakit hati. 

Aparat Polres Jakarta Timur pun langsung menangkap Petrus Paulus yang diciduk di rumahnya yang beralamat di Jalan Raya Serang, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, sekitar puku 06.45 WIB, Selasa, 17 April 2018. Hinggga saat ini,  tersangka pembunuhan masih diamankan di Mapolres Metro Jakarta Timur. AS

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500