Mantan napi teroris Sofyan Tsauri, Foto: Kriminologi.id/Muhamad Adam Isnan

Pengakuan Sofyan Tsauri, Jago Lobi Hingga Pencetus Perang Gerilya

Estimasi Baca:
Rabu, 23 Mei 2018 14:05:42 WIB

Kriminologi.id - Mantan narapidana kasus tindak pidana terorisme Sofyan Tsauri menceritakan bahwa dirinya memiliki peran yang cukup vital di dalam jaringan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) pascadesersi dari keanggotaan polisi. Sofyan mengaku dirinya memiliki kemampuan untuk melobi untuk mendapatkan senjata dan menyiapkan perang gerilya.

Kepada Kriminologi.id, saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Mei 2018, mantan anggota Sabhara Polri itu menceritakan perannya selama menjadi bagian dari kelompok JI.

"Yang saya lakukan di dalam kelompok JI ya saya berusaha membantu kelompok misalnya menyiapkan peluru, senjata, pistol, ya semuanya. Jadi saya yang menyiapkan semua itu, karena saya punya kemampuan untuk melobi dan lain-lain," kata Sofyan.

Sofyan mengaku peluru-peluru yang dia dapatkan berasal dari berbagai macam cara, baik ia dapatkan dengan cara membeli di Aceh dan dari kalangan Polri-TNI.

"Ya peluru itu saya dapat dari macam-macam ya, ada yang saya beli di Aceh, ada juga saya beli dengan anggota Polri, TNI, dan siapa saja yang saya kenal saya mintain barang-barang itu," ujarnya.

Sofyan mengatakan, selain menyiapkan persenjataan kelompok Jamaah Islamiyah, ia juga mempersiapkan tempat-tempat di hutan yang akan digunakan untuk bergerilya.

"Ya saya yang menyiapkan semuanya mulai dari persenjataan, tempat-tempat buat kami bergerilya di hutan itu saya yang mempersiapkan semua. Bisa juga dikatakan saya malah konseptornya justru yang memprakarsai lah, otaknya lah ibarat-nya," katanya.

Sofyan mengaku mengapa ia memilih hutan sebagai tempat gerilya lantaran terletak jauh dari jangkauan aparat kepolisian dan tentara. Selain itu ia mengatakan bahwa selama di hutan, ia mengaku dirinya dan kelompoknya melakukan latihan perang. 

"Ya latihan perang, Pelatihan Teknik Tempur (PTT), ada PJD (Perang Jarak Dekat), perang kontak, deal kontak, bahaya garis, macam-macam lah gitu ya," ujarnya. 

"Kan saya mantan anggota polisi, pernah belajar lah PTT, saya pernah operasi di Aceh juga, pasti kan ada praops-praops gitu, kan praops untuk ke Aceh kan gitu," tuturnya. 

Sofyan juga menuturkan, selain berperan mempersiapkan persenjataan dan tempat di hutan untuk bergerilya, ia juga mengaku sebagai orang yang merekrut anggota JI.

"Saya merekrut biasa ya, kami kan dai ya, dai itu seorang mujahid, selain dai dia juga ngajak orang untuk ikut bergabung dengan kelompok kami. Ada banyak lah yang saya rekrut," tuturnya.

Nama Sofyan Tsauri menjadi buah bibir beberapa hari belakangan. Polisi desersi ini dituding menjadi pelatih teroris oleh imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Pernyataan tersebut diucapkan Rizieq Shihab dalam sebuah video berdurasi 5 menit 35 detik yang tengah viral di dunia maya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah tudingan Sofyan sebagai anggota Korps Brimob sebagaimana dikatakan Rizieq Shihab. Ia bertugas di satuan Shabara dan Binmas di Polres Depok. AS

Reporter: Muhammad Adam Isnan
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500