Perjalanan Zumi Zola dari Artis ke Politik Hingga Terseret Suap APBD

Estimasi Baca :

Gubernur Jambi Zumi Zola. Foto; Twitter Zumi Zola’s Official - Kriminologi.id
Dok. Gubernur Jambi Zumi Zola. Foto; Twitter Zumi Zola’s Official

Kriminologi.id - Gubernur Jambi Zumi Zola diduga tersangkut kasus suap pengesahan APBD Jambi tahun 2018. KPK telah melakukan penggeledahan di rumah dinasnya. Selain itu, Imigrasi juga telah resmi mencegahnya bepergian ke luar negeri terkait penyidikan kasus suap tersebut.

Zumi adalah satu dari sekian kepala daerah yang lebih dulu dikenal publik sebagai artis sebelum akhirnya terjun ke politik. Pertama kali tampil di hadapan publik, Zumi dikenal sebagai seorang artis peran. Sejumlah sinetron dan film yang populer pada tahun 2000-an pernah dibintanginya.

Baca: Geledah Rumah Zumi Zola, KPK Bawa Pulang Sekoper Dokumen dan Berkas

Sinetron yang pernah dibintangi Zumi seperti Tersanjung 6, Kehomatan 2, Si Cecep, Hantu Jatuh Cinta, Cowok-Cowok Keren, dan Bawang Merah Bawang Putih. Sedangkan film layar lebar yang dibintanginya adalah Merah Putih (2009), Kawin Laris (2009), dan Disini Ada Setan (2004)

Setelah bintangnya di dunia keartisan mulai meredup, pria kelahiran Jakarta pada 31 Maret 1980 itu mulai banting setir ke dunia politik. 

Dunia politik sebenarnya bukan hal yang asing baginya. Ayahnya, Zulkifli Nurdin adalah politikus Partai Amanat Nasional (PAN) asal Jambi yang terbilang sukses karena berhasil terpilih menjadi Gubernur Jambi selama dua periode pada 1999-2004 dan 2005-2010.

Melanjuti karir ayahnya di Partai Amanat Nasional, Zumi pun menjadi ketua umum DPD PAN Tanjung Jabung Timur pada 2010-2015 dan meneruskannya sebagai Ketua DPW PAN Jambi periode 2015-2020.

Zumi mengikuti kesuksesan ayahnya di dunia politik ketika menjajal kompetisi pemilihan kepala daerah (Pilkada). Ia berhasil terpilih sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur periode 2011-2016 dengan menggandeng Ambo Tang sebagai wakilnya. 

Baca: Imigrasi Cegah Zumi Zola Bepergian ke Luar Negeri

Belum selesai menjadi Bupati, Zumi "naik kelas" ke provinsi dengan mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jambi pada Pilkada 2015 berpasangan dengan Fachrori Umar. 

Pasangan yang diusung oleh PAN, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PPP dan PBB itu berhasil meraup suara terbanyak yang mengantarkan Zumi ke kursi Gubernur Jambi, kursi yang pernah diduduki ayahnya sebelumnya.

Zumi pun resmi menyandang status sebagai Gubernur Jambi setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta pada 12 Februari 2016. 

Namun, karir Zumi di politik sepertinya bakal menemui aral. Beredar kabar, penyidik KPK telah menetapkannya sebagai tersangka setelah menemukan bukti keterlibatannya dalam kasus suap APBD Jambi tahun 2018.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pihaknya akan segera mengumumkan status hukum Zumi. Saut menyatakan, ada perkembangan yang signifikan dari penggeledahan yang dilakukan di rumah Zumi kemarin, Rabu, 31 Januari 2018.

Baca: KPK Akan Umumkan Status Zumi Zola dalam Kasus Suap APBD Jambi

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 4 orang tersangka yaitu Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifudin, Plt Kadis PUPR Arfan, Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik dan Ketua Fraksi PAN dan anggota Banggar DPRD Jambi, Supriyono.

Supriyono diduga menerima suap dari tiga pejabat Pemprov Jambi itu untuk menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi tahun 2018. Diduga, Pemprov Jambi sudah menyiapkan "uang ketok" sebesar Rp 6 miliar untuk memuluskan pengesahan APBD di DPRD. 

Namun KPK baru menyita Rp 4,7 miliar dalam Operasi Tangkap Tangan atau OTT yang dilakukan kepada 4 tersangka itu. Sementara Rp 1,3 miliar lainnya sudah diserahkan pihak Pemprov Jambi kepada anggota DPRD Jambi. Muncul dugaan, suap itu diberikan ketiga pejabat Jambi. 

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Perjalanan Zumi Zola dari Artis ke Politik Hingga Terseret Suap APBD

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu