Eka Fitra Akbar, terduga pelaku penyerangan dan pembakaran kantor Polres Dharmasraya, Sumatera Barat

Polres Dharmasraya Dibakar, Ini Sosok Eka Fitra Akbar

Estimasi Baca:
Senin, 13 Nov 2017 13:00:32 WIB

Kriminologi.id - Mabes Polri telah memastikan Eka Fitra Akbar sebagai pelaku pembakaran Polres Dharmasraya, Sumatera Barat pada Minggu, 12 November 2017. Eka diketahui adalah warga Muaro Bungo, Jambi. Ayahnya, Inspektur Satu Muhammad Nur adalah seorang perwira polisi yang bertugas di Polres Muaro Bungo.

Penelusuran Kriminologi, Senin, 13 November 2017, Eka adalah anak Muhammad Nur kelahiran 13 Maret 1993. Berdasarkan data kependudukan, ia berdomisili di rumah orang tuanya di Jalan Imam Bonjol, Lorong Aisyah RT 002 RW 004, Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Muaro Bungo, Jambi.

Baca: Mabes Polri Akui Pembakar Polres Dharmasraya Anak Perwira Polisi

Namun ia tak lagi tinggal di rumah orang tuanya itu sejak tahun 2016. Eka tak boleh lagi kembali ke rumah orang tuanya setelah menunjukkan perubahan sikap semenjak bergabung dengan kelompok pengajian di Masjid Al Furqon di Kelurahan Cadika, Rimbo Tengah.

Eka dikabarkan pergi menuju Yogyakarta. Di sana ia menikah dengan seorang wanita bernama Endah Handayani dan memiliki anak laki-laki berusia 8 bulan yang diberi nama Abdul Azzam.

Sekira 7 bulan yang lalu, Eka kembali ke Muaro Bungo, Jambi. Namun karena ia tinggal di rumah orang tuanya, Eka bersama anak dan istrinya tinggal di sebuah kontrakan rumah petak milik Samsul Hadi di Lorong Bulian, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah.

Sehari-harinya Eka diketahui berdagang es tebu di Jalan Diponegoro, Lorong Fahrudin. Selain berdagang minuman es tebu, diam-diam ia diketahui sering melakukan latihan memanah di belakang Masjid Al Furqon, simpang Drum, Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Bungo bersama beberapa anggota pengajiannya yang sering berkumpul di masjid itu.

Kriminologi menyusuri kehidupan Eka lainnya. Dari akun sosial media yang dimilikinya di Facebook, Twitter, dan Youtube, Eka seperti halnya anak muda seusianya. Ia diketahui gemar bermain gitar dan menyukai musik cadas serta memiliki band bernama Arsenic-X.

Dalam akun twitter miliknya ia memasang gambar sebuah gitar bermerek Fender di bagian header. Di bagian profile, Eka memasang fotonya dengan penampilan rambut panjang dan berkaos hitam. Akun tersebut sudah lama tak aktif. Cuitan terakhirnya sudah lebih dari 3 tahun lalu yakni pada 17 April 2014, Eka me-retweet sebuah video klip lagu Black Hole Sun milik band Soundgarden. "@VirzhaIdol8 bg, bawain ini mantep!!," tulisnya dalam cuitan tersebut.

Dalam beberapa postingannya ia kerap me-repost video klip permainan gitar dari beberapa gitaris luar negeri dan video klip band-band beraliran rock dan metal. Ia juga mengunggah foto-fotonya bersama beberapa gitaris dan band-band rock dan metal yang manggung di Jambi.

Baca: Polres Dharmasraya Dibakar, Orang Tua Eka Fitra Akbar Minta Maaf

Jenazah Eka Fitra Akbar tewas ditembak polisi (Ist/Kriminologi)

Eka dan salah satu pelaku pembakaran kantor Polres Dharmasraya lainnya yakni Engria Sudarmadi tewas ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Keduanya dipergoki berada di lokasi saat petugas Pemadam Kebakaran berupaya memadamkan api di kantor Polres tersebut.

Saat melakukan aksinya, Eka mengenakan kaos hitam dibalut jaket loreng, celana taktikal berwarna gelap dan bersepatu lars. Ada logo bendera ISIS yang menempel di lengan kanan jaket yang dipakainya.

Beberapa jam sebelum melakukan aksinya itu, Sabtu malam sekitar pukul 18.30 WIB, 11 November 2017, Eka terlihat berjalan kaki mendatangi rumah orang tuanya di Jalan Imam Bonjol. Ia tak meninggalkan pesan apapun baik kepada orang tua maupun istrinya. RZ

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500