Rekam Jejak Karen Agustiawan, Tersangka Korupsi Investasi Pertamina

Estimasi Baca :

Mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan. Foto: Antara - Kriminologi.id
Mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan. Foto: Antara

Kriminologi.id - Kejaksaan Agung menetapkan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan sebagai tersangka dugaan korupsi investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy Australia pada 2009 yang merugikan negara hingga Rp 568 miliar.

Karen sejatinya telah lama meninggalkan Pertamina. Pada 1 Oktober 2014, ia memutuskan untuk mundur dari jabatan Direktur Utama Pertamina setelah 5 tahun menjadi orang nomor satu di perusahaan minyak raksasa milik negara itu.

Sosok Karen memang fenomenal. Ia adalah wanita pertama yang menduduki kursi orang nomor satu di Pertamina. Bergabung sejak 2006 dengan menjadi Staf Ahli Dirut Pertamina kala itu yaitu Ari Soemarno, karir Karen terus melejit.

Dua tahun kemudian yaitu pada 2008, Karen dipercaya menjadi Direktur Hulu Pertamina. Saat itu, nama Karen telah diperhitungkan banyak kalangan akan memimpin Pertamina.

Prediksi itu ternyata tak melesat. Belum genap setahun menjadi Direktur Hulu Pertamina, Karen dipercaya menjadi Direktur Utama Pertamina menggantikan Ari Soemarno

Tangan dingin wanita kelahiran Bandung 19 Oktober 1958 ini membuat Pertamina kembali menjadi perusahaan minyak yang disegani di dunia.

Berbagai prestasi ditorehkan alumnus Institut Teknologi Bandung ini diantaranya membawa Pertamina masuk dalam daftar Fortune Global 500 yang memuat daftar 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia.

Karen juga membawa Pertamina bertaji di gelanggang migas internasional ketika mengumumkan akuisisi Pertamina atas sejumlah aset milik Conoco Philips di Aljazair dan membeli ladang migas Exxon di Irak.

Prestasi yang ditorehkan Karen itu membawanya masuk dalam daftar 50 wanita pebisnis paling berkuasa versi majalah Forbes yang dirilis dalam Asia's 50 Power Businesswomen 2011

Ia juga merumuskan visi Pertamina menjadi perusahaan energi kelas dunia dan juara Asia pada 2025 dengan menyusun roadmap energizing Asia

Setelah empat tahun mundur dari hiruk-pikuk perminyakan, nama Karen muncul kembali ketika Kejaksaan Agung mulai mengusut dugaan korupsi salah investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy di Australia pada 2009. 

Investasi itu terjadi pada masa kepemimpinan Karen di Pertamina. Salah investasi itu berdasarkan hasil perhitungan akuntan publik diduga menimbulkan kerugian sebesar 31.492.851 dollar AS dan 26.808.244 dollar Australia atau setara dengan Rp 568 miliar.

Penyidik mulai memeriksa sejumlah orang baik dari swasta maupun Pertamina untuk mengusut kasus korupsi tersebut termasuk Karen yang menjabat sebagai Dirut Pertamina saat keputusan melakukan investasi itu dilakukan.

Kasus dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy atau BMG Australia pada tahun 2009 berawal dari adanya kegiatan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaanya, ditemui ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi. Sebab, dalam pengambilan keputusan investasi tersebut tanpa dilakukan sebuah kajian Kelayakan berupa kajian secara lengkap (akhir) atau Final Due Dilligence. Juga tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Tindakan tersebut, mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah US$ 31.492.851 serta biaya-biaya yang timbul lainnya atau cash call sejumlah US$ 26.808.244 tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina (Persero) dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak Nasional. 

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Rekam Jejak Karen Agustiawan, Tersangka Korupsi Investasi Pertamina

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu