Dok. Pemilik Travel Abu Tour, Muhammad Hamsah Mamba. Foto: Sudrun Sugiono/Facebook

Sebelum Kaya, Bos Abu Tours Jual Es Keliling dan Cuci Piring di Warung

Estimasi Baca:
Selasa, 10 Apr 2018 18:55:27 WIB
Jauh sebelum hidup berkecukupan atau kaya, Muhammad Hamzah Mamba alias Abu Hamzah, sempat hidup susah. Dari berjualan es keliling, pengangkut ikan, loper koran hingga menjadi tukang cuci piring di warung.

Kriminologi.id - Direktur utama biro perjalanan umrah PT Abu Tours, Muhammad Hamzah Mamba alias Abu Hamzah, telah berstatus tersangka. Penetapan tersebut terkait dugaan penupian umrah murah yang dilakukannya terhadap ribuan jemaah. Dana 16 ribu jemaah umroh Abu Tours berkisar Rp 1,4 triliun. 
 
Sebelum terlilit kasus, banyak yang tidak mengetahui siapa sosok Abu Hamzah. Bagaimana kehidupannya selama ini hingga bisa mendirikan biro jasa umrah yang cukup disegani dan memiliki rumah serta mobil mewah.

Salah satu pengacara Abu Tours, Hendro Saryanto, menceritakan sekelumit kisah kliennya tersebut. Ia mengungkapkan, Abu Hamzah, tergolong orang menengah bawah.

Sejak umur dua tahun, peraih gelar Sarjana Hukum Islam (SHi) dari Sekolah Tinggi Agama Islam YAPTI Jeneponto itu, sudah yatim. Sebab, ibunya meninggal dunia.
 
"Jadi tinggal sendiri, jadi pengangkut ikan. Dia juga loper koran di Makassar, terakhir dia bekerja cuci piring di warung,” kata Hendro di Jakarta, Senin, 9 April 2018 seperti dilansir rri.co.id

Setelah itu, ia menambahkan, Abu Hamzah yang pernah mengenyam pendidikan di Teknik Mesin Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2001 hingga beberapa semester itu hijrah ke Jakarta. Ia mencoba mengadu nasib kerasnya hidup di ibu kota.

"Sampai akhirnya dia jual es keliling sampai hijrah ke Jakarta. Kemudian secara otodidak awalnya jadi agen travel kemudian mendirikan Abu Tours," ujarnya. 

Hendro menegaskan, apa yang terjadi pada Abu Tours adalah karena kesalahan Abu Hamzah yang tidak bisa mengelola sendiri usahanya.

"Niat jahat enggak pernah ada. Dia benar-benar berjuang untuk Abu Tours. Ini kesalahan dia dalam memanage usaha karena keterbatasan dan ilmu dia sendiri," kata Hendro.

Pemilik Travel Abu Tour, Muhammad Hamsah Mamba (tengah) memberikan keterangan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Provinsi Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 20 Maret 2018, Foto: Antara
Pemilik Travel Abu Tour, Muhammad Hamsah Mamba (tengah) memberikan keterangan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Provinsi Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 20 Maret 2018, Foto: Antara

Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan bersama Bareskrim Mabes Polri telah menyita sejumlah aset milik Abu Hamzah. 

Pada Rabu, 4 April 2018 misalnya, polisi menyita rumah mewah Abu Hamzah di Jalan Bukit Cinere, Perumahan Kartika Residence Blok A Nomor 7 Kelurahan Cinere, Depok seharga Rp 7 miliar. Satu unit mobil Toyota Vellfire seharga Rp 1,2 miliar  juga ikut disita.

Sebelumnya penyidik menetapkan Hamzah Mamba sebagai tersangka karena perusahaannya yang bergerak di bidang travel umrah itu tidak mampu memberangkatkan 86.720 jamaahnya ke Arab Saudi.

Direktur Rreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan dalam menangani kasus itu pihaknya berkoordinasi intensif dengan Kemenag Sulsel.

Total kerugian para jamaah umrah yang jumlahnya sebanyak 86.720 orang itu diperkirakan lebih dari Rp1,8 triliun sesuai dengan besaran dana yang masuk dari setiap jamaah.

Atas ketidakmampuan dari pihak Abu Tour dalam memberangkatkan jamaah umrah ini, pihaknya menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta Pasal 45 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hamzah terancam hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500