Sebulan Dampingi Setya Novanto, Ini 11 Curhat Otto Hasibuan

Estimasi Baca :

Ilustrasi otto meninggalkan Setnov. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Otto Hasibuan meninggalkan Setnov. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Otto Hasibuan, mantan pengacara proses peradilan Setya Novanto mengakui ada sejumlah alasan yang menyebabkan dirinya mundur. Meski tidak secara gamblang dan tetap menjaga kerahasiaan kliennya, Otto Hasibuan mengungkapkan sejumlah hal selama satu bulan menjadi kuasa hukum ketua DPR Setya Novanto yang saat ini terseret kasus korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik atau e-KTP.

Berikut sejumlah alasan mundurnya Otto Hasibuan yang diungkapkannya sesaat setelah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Setya Novanto dan pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK pada Jumat, 8 Desember 2017.

1.    Kesepakatan belum jelas.

Setelah saya tangani perkara ini, dalam perjalanannya diantara kami dan SN, saya melihat belum ada kesepakatan yang jelas tentang tata cara penangananan suatu perkara (red; kasus e-KTP)."

2.    Setya Novanto rugi.

Sehingga kalau tidak ada kesepakatan yang pasti dan jelas (dalam) penanganan suatu perkara dan tata caranya, maka akan merugikan dia (Setnov).

3.    Sulit menentukan strategi pembelaan.

Dan terhadap saya, itu akan menyulitkan untuk melakukan suatu pembelaan terhadap klien.

4.    Ingin menjaga kemandirian dan integritas.

Jadi saya menangani Setya Novanto dan mengundurkan diri ini, harus menjaga independensi saya, integriti saya dan kemandirian saya. Jadi demi kepentingan klien dan menjaga kemandirian dan integritas saya, maka saya harus mengundurkan diri."  

Baca: Fredrich Yunadi Ikut-ikutan Otto Hasibuan Tinggalkan Setya Novanto

Usai mengungkapkan empat alasan penting tersebut, Otto mengakui sehari sebelumnya telah bertemu dengan Setya Novanto untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Namun niat itu urung dilaksanakan karena Otto merasa tidak enak dan hanya menyampaikan pengunduran diri secara lisan.

Baca: KPK Sengaja Ingin Gugurkan Gugatan Praperadilan Setya Novanto

“Terhitung tanggal kemarin sebenarnya dan berlaku hari ini, Saya tidak jadi kuasa hukum dan dengan resmi Saya mengudurkan diri sebagai kuasa hukum beliau. Saya ucapkan terima kasih atas kepercayan Novanto dan selamat berjuang,” ucap Otto dengan ekspresi datar, tak seperti biasanya yang selalu mengumbar senyum saat berbincang dengan pers.

Baca: Mengenal Yanto, Ketua Majelis Hakim Perkara Setya Novanto

Selain mengungkapkan alasan mundur, Otto Hasibuan juga bercerita pengalamannya selama sebulan menjadi anggota tim pengacara Setya Novanto.

5.    Akan melindungi rahasia Setya Novanto.

Karena itu kan menyangkut rahasia klien, jadi harus saya lindungi itu sampai kapanpun. Sebagai advokat saya harus menjunjung tinggi dan menjaga teguh rahasia klien saya.

6.    Hubungan dengan pengacara lainnya sangat baik.

Saya dengan Fredrich sangat baik hubungannya, apalagi dengan saudara Maqdir. Itu sahabat saya mulai dari kantor Buyung Nasution dan sampai sekarang pun ada perkara yang kami kerjasama dengan Maqdir.

7.    Wajar dibully dengan kasus high profile.

Saya juga tahu kalau menangani perkara yang high profile seperti ini, kemungkinan yang akan terjadi adalah dibully, diancam dan ditekan. Itu kan selalu, standarlah. Kita harus perhitungkan."

8.    Banyak teman di Peradi tidak setuju Otto Hasibuan jadi pengacara Setnov. 

Ketika saya menangani perkara ini, saya sudah katakan pada teman-teman. Kemarin juga di Peradi saya bilang, karena di antara teman-teman saya banyak juga yang ngga setuju saya menjadi pengacara novanto. Tapi saya mengatakan kepada mereka, siapa lagi di antara kita yang berani untuk bisa menegakkan profesi advokat itu?

9.    Advokat dianggap koruptor atau pembunuh.

Selama ini dianggap kalau advokat menangani koruptor atau yang dituduh koruptor, atau pembunuh, sekali lagi dianggap advokatnya (juga) koruptor atau pembunuh. Advokat tidak identik dengan kliennya.” 

10.    Tidak masalah tangani korupsi, yang penting caranya!

Itulah sebabnya saya ambil resiko menerima perkara ini. Tetapi saya ingin tunjukkan kepada masyarakat menangani perkara korupsi, siapapun yang dituduh koruptor atau pembunuh itu tidak masalah. Yang penting cara menangani perkaranya itu bagaimana? Cara menangani perkara ini yang paling penting! Kita harus menegakkan hukum dengan hukum yang baik. Itu sebabnya saya katakan kalau memang ada orang yang baik (seperti) pendeta atau ulama dibela, tapi dengan cara-cara menyuap. Itu yang salah!

11.    Saya Tidak Pernah Membela Setya Novanto!

Berkali-kali saya katakan ke masyarakat, saya tidak permah membela Setya Novanto. Saya membela kepentingan hukum Setya Novanto. Itu yang saya bela, yang saya pertahankan selama ini.

Infografik Curhatan Otto Hasibuan Tinggalkan Setya Novanto. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Sebulan Dampingi Setya Novanto, Ini 11 Curhat Otto Hasibuan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu