Nathan, Pelaku Penipuan Melalui Tinder

Sepak Terjang Nathan Berburu Mangsa di Tinder

Estimasi Baca:
Sabtu, 9 Des 2017 13:05:23 WIB

Kriminologi.id - Nathan, playboy cap tikus kelahiran Jember kini tak lagi eksis melanglang buana memburu mangsa di aplikasi kencan Tinder. Pria beristri dan beranak satu itu terpaksa meringkuk di penjara demi sebuah kesalahan besar yang dia lakukan: memperdaya 10 teman kencannya.

Pria kelahiran 23 Maret 1983 itu sebelum malang melintang di Tinder adalah seorang guru Komputer di SMK Tinta Mas Bekasi. Setelah itu dia hijrah ke Malang bersama anak dan istrinya. Pada saat di Malang, Nathan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Dari pengakuannya, Nathan pernah bekerja di sebuah rental komputer, sebagai tukang service komputer.

Baca: Gunakan Aplikasi Kencan Tinder, Pria Perlente Perdaya 10 Wanita

Pada tahun 2013, Nathan mulai berkenalan dengan Tinder.  Meskipun awalnya mengaku iseng, namun niat jahil akhirnya terjadi. Nathan yang dulunya culun kemudian mulai terlihat perlente. Dengan modal tak seberapa, dia pun beraksi menggiring perempuan yang di incar. Di tahun 2013 itu Nathan berhasil memacari seorang gadis yang tinggal di Lumajang, Jawa Timur.

Kriteria perempuan dambaan Nathan adalah perempuan di bawah usia 30 tahun, cantik dan kaya raya. Karena itu adalah tujuan utama Nathan, di Lumajang. Nathan sempat tinggal bareng bersama gadis pilihannya, yang sebenarnya adalah target modusnya. Peran Nathan yakni menumpang hidup kepada perempuan yang dia pacari, meminta uang dan barang-barang mewah.

Baca: Penipuan Modus Demo Masak dan Jual Panci, Pasutri Kantongi Rp 20 Juta

Berdasarkan informasi yang di dapat, biasanya Nathan pergi meninggalkan anak istrinya selama 3 bulan lebih, namun Nathan tetap menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab, dengan cara menafkahi anak dan istrinya, dengan mentransfer uang hasil modus mengelabui pacar-pacarnya. Nathan juga selalu memberi kabar kepada sang istri, kalau dirinya tengah berada di luar kota, karena ada pekerjaan. Sang istri juga selalu menasehati agar Nathan tidak lupa ibadah, dan mencari uang yang halal.

Pada tahun 2014, Nathan mulai mencari tahu tentang perihal klenik. Dia mulai berkonsuiltasi dengan dukun yang diyakininya bisa membantu, untuk pelet pacar-pacarnya. Polisi yang menangkap Nathan berhasil menemukan bulu perindu, jimat, rompi ontoseno. Sejauh ini menurut Nathan, rompi ontoseno belum pernah dipakai. Tujuannya hanya untuk meluluhkan hati perempuan yang dia dekati.

Baca: Polisi Desersi Otaki Pembuatan Uang Palsu

Sepak terjang Nathan terakhir kalinya mengaku bekerja di perusahaan minyak negara Pertamina sebagai seorang staf IT. Hingga berujung perkenalan dengan wanita cantik yang bekerja sebagai PNS di Malang.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Antonius Agus mengaku terus mengembangkan kasus ini. Diduga masih ada korban lainnya. Agus mengimbau agar para korban penipuan yang di lakukan oleh Nathan segera melapor.

KOMENTAR
500/500