Mantan Ketua KPK Abraham Samad (17/04/2018). Foto: Antaranews

Sosok Abraham Samad Cawapres Urutan Kelima, Pernah Penjarakan Menteri

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 10:08:28 WIB

Kriminologi.id - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, muncul setelah lama menghilang. Namanya melambung di urutan kelima calon Wakil Presiden mengalahkan Muhaimin Iskandar berdasarkan hasil lembaga survey.  

Sosok Abraham menjadi pembicaraan publik terutama dengan pernyataan soal mantan Wakil Presiden Boediono yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada kasus Bank Century. 

Abraham pernah menolak mentah-mentah tawaran sejumlah partai politik (Parpol) yang ingin mengusung dirinya menjadi calon Gubernur Sulawesi Selatan. Ia juga mengaku tidak tertarik dengan jabatan menteri di kabinet yang menurutnya posisi itu di bawah Ketua KPK, posisi sebelumnya. 

Baginya, posisi pimpinan KPK itu lebih tinggi dari menteri. Bahkan, semasa kepemimpinannya lembaga antirasuah itu bisa menangkap tiga menteri yang terbukti terlibat tindak pidana korupsi.

"Buktinya apa, saya pernah menangkap orang yang dalam status menteri tiga orang, Suryadharma Ali, Andi Alfian Mallarangeng, dan Menteri ESDM Jero Wacik, semuanya (saat itu) menteri aktif. Itu fakta bahwa posisi KPK itu lebih di atas menteri," ujar Abraham Samad seperti dilansir Antara.  

Berbeda saat dirinya ditanya kesiapannya jika dicalonkan menjadi wakil presiden. Abraham mengaku siap jika suatu saat mendapat amanah sebagai calon wakil presiden, calon presiden, atau kembali menjadi ketua KPK. 

Menurut dia, sudah ada dua parpol yang mendekati dirinya terkait Pilpres 2019.

"Apapun amanah yang diberikan rakyat kepada saya maka itu menjadi kewajiban konstitusi saya. Tidak satupun warga negara yang ketika diberi amanah dia menolaknya. Kalau dia menolak berarti dia lari dari tugas dan itu pantangan bagi saya," ujarnya.

Jenderal Gatot Nurmantyo
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Berdasarkan data lembaga survei KedaiKOPI, nama Abraham Samad masuk di urutan kelima posisi calon Wakil Presiden dengan torehan 4,1 persen. 

Urutan teratas survei itu diraih Gatot Nurmantyo dengan 17,5 persen, disusul Agus Harimurti Yudhoyono (8,7 persen), Gubernur DKI Anies Baswedan (8,6 persen) dan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (6,2 persen).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun namanya dipilih sebanyak 3,9 persen, di atas Muhaimin Iskandar (1,7 persen) dan Rizal Ramli (1,1 persen).

 MSA
KOMENTAR
500/500