Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan. Foto: Sanggau.go.id

Sosok AKBP Rachmat Kurniawan, Kapolres Sanggau Nyungsep di Target Awal

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 15:35:04 WIB

Kriminologi.id - AKBP Rachmat Kurniawan, Kapolres Sanggau yang hanya memegang tongkat komando selama tiga bulan. Mantan Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah itu ditendang dari jabatannya karena dugaan kasus penyalahgunaan dana pengamanan Pilgub Kalimantan Barat (Kalbar).

Pencopotan AKBP Rachmad Kurniawan tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) dengan nomor: T/1660/VII/KEP/2018 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Arief Sulistyanto.

Kini, Rachmat Kurniawan diparkir menjadi perwira non-job di Polda Kalimantan Barat. Sedangkan kursi panasnya itu diduduki oleh AKBP Imam Riyadi, yang sebelumnya menjabat Kapolres Kapuas Hulu. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, Rachmat Kurniawan dinilai sebagai perwira menengah yang loyal dan dikenal santun. Dalam mengemban tugasnya, Rachmat terbilang jarang meleset meski masih jauh disebut berprestasi. 

Saat mengemban amanah di Kasubdit Harta Benda (Harda) Polda Kalimantan Tengah, Rachmat Kurniawan memenjarakan empat pejabat di Kabupaten Kota Waringin Barat (Kobar) yang terjerat kasus penggelapan tanah. 

Keempat pejabat yang dikirim ke penjara itu tergolong orang berpengaruh di daerah tersebut, seperti mantan kepala dinas Pertanian dan Peternakan dan sekretarisnya. 

Rachmat memegang tongkat komando di Polres Sanggau pada Bulan Desember 2017 menggantikan AKBP Oki Waskita yang mendapatkan promosi sebagai Wakapolresta Tangerang Kota. 

Kepada wartawan media lokal, Rachmat menjelaskan dirinya akan meneruskan program kapolres sebelumnya. Selain itu, pengamanan Pilkada dan perbatasan menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya. 

Hal itu diutarakan di awal-awal dirinya menjabat sebagai orang pertama di Polres Sanggau. Akan tetapi, tiga bulan kemudian, ternyata Rachmat terjungkal di target yang diusungnya itu. 

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal menyampaikan, AKBP Rahmat diduga telah melanggar disiplin dan kode etik Korps Bhayangkara dalam melakukan manajemen dukungan anggaran selaku kuasa, penguasa anggaran di Polres Sanggau.

"Ada dugaan salah dalam melakukan manajemen dukungan anggaran selaku kuasa, penguasa anggaran di Polres Sanggau," ujar Brigjen Pol M Iqbal, Kamis, 12 Juli 2018.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500