Sosok Fadi Al Batsh, Ilmuwan Elektro Palestina yang Tewas di Malaysia

Estimasi Baca :

Rekan dan Warga Palestina berpartisipasi dalam doa bersama untuk Fadi al-Batsh di Selayang, Kuala Lumpur pada 25 April 2018. Foto: Anadolu Agency - Kriminologi.id
Rekan dan Warga Palestina berpartisipasi dalam doa bersama untuk Fadi al-Batsh di Selayang, Kuala Lumpur pada (25/42018). Foto: Anadolu Agency

Kriminologi.id - Fadi Mohammed al Batsh, imam dan juga dosen di Universitas Kuala Lumpur British Malaysia Institut (UniKL BMI) asal Palestina di Malaysia, tewas ditembak di dekat Kondominium Idaman Puteri, Jalan Meranti, Taman Medan, Kuala Lumpur, Sabtu, 21 April 2018. Fadi ditembak sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat oleh dua pelaku yang menaiki sepeda motor saat hendak salat subuh.

Imam Fadi adalah imam asal Palestina yang didatangkan oleh Aqsa Syarif dan MyCARE setiap bulan Ramadan ke Malaysia. Fadi menyelesaikan studinya dalam bidang Kejuruteraan Elektrik yang digelutinya karena terdorong untuk mencari solusi listrik di Gaza.

Fadi masuk ke Malaysia pada 2011 dan meraih gelar PhD dalam bidang elektronik (power electronic) dan sistem kuasa (power system) di Universitas Malaya khususnya.

Fadi diketahui sering memberikan ceramah ke seluruh Malaysia. Ramadan kali ini dan seterusnya Fadi absen selamanya akibat pembunuhan jahanam tersebut. 

Dosen dan ilmuwan Palestina Fadi Mohammed al-Batsh, korban penembakan di Malaysia. Foto: Palestine news
Dosen dan ilmuwan Palestina Fadi Mohammed al Batsh, korban penembakan di Malaysia. Foto: Palestine news

"Banyak yang mengenali almarhumah seorang yang baik dan biasa menjadi imam termasuk ketika shalat Tarawih pada bulan Ramadan. Almarhum juga aktif mendapatkan dana kemanusiaan untuk rakyat Palestina khususnya di Gaza," kata Presiden Persatuan Ulama Malaysia (PUM) Datuk Al Syeikh Abdul Halim Abdul Kadir, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 26 April 2018.

Sementara itu, Ketua Viva Palestina Malaysia (VPM) Dato Musa Mohd Nordin mengatakan Fadi telah memenangkan Ivy League, beasiswa Yayasan Khazanah untuk studi PhD pada 2013.

Tiga tahun kemudian pada Agustus 2016, ia menerima Penghargaan Penghargaan Khusus dan Penghargaan Berprestasi Tinggi di Peringatan 10 Tahun Beasiswa Yayasan Khazanah yang disajikan oleh Perdana Menteri Malaysia.

Jenazah Fadi al-Bash disalatkan di Kuala Lumpur. Foto: Anadolu Agency
Jenazah Fadi al Bash disalatkan di Kuala Lumpur. Foto: Anadolu Agency

Setahun bekerja sebagai dosen teknik elektro senior di UNIKL BMI, dia memenangkan hibah penelitian dari Pemerintah Malaysia pemerintah dan mengawasi tiga siswa pascasarjana teknik. Karyanya dan penelitian di bidang teknik listrik dan kekuasaan elektronik telah dipublikasikan secara luas sebuah jurnal.

Salah satu penelitiannya terkait drone berjudul Challenges of Integrating Unmanned Aerial Vehicles in Civil Application pernah dipublikasikan dalam IOP Conference Series Materials Science and Engineering pada bulan November 2013.

Dia kerap memimpin doa-doa Terawih di Palestina selama enam tahun dan di Malaysia selama lima tahun terakhir. Dia dianugerahi tempat pertama di Keenam Kompetisi Internasional Al Quran Pascasarjana, Malaysia, 2015.

"Fadi adalah mahasiswa yang sangat berdedikasi. Saya sangat berpuas hati dengan kerja dia selama ini. Belajar sampai larut malam. Kalau ada masalah berbincang dengan saya," ujar dosen Universitas Malaya, Prof Madya Dr Hazlie Mokhlis.

Diberitakan sebelumnya, aksi penembakan menewaskan Fadi Mohammed al Batsh, Sabtu, 21 April 2018. Dua pria yang mengendarai sepeda motor berhelm terlihat menunggu selama 20 menit di dekat Jalan Meranti di Setapak, Kuala Lumpur, sebelum membunuh imam tersebut.

Jenazah Fadi al-Bash disalatkan di Kuala Lumpur. Foto: Anadolu Agency
Jenazah Fadi al Bash disalatkan di Kuala Lumpur. Foto: Anadolu Agency

Peristiwa itu terjadi saat Fadi berjalan ke masjid untuk memimpin salat subuh yang berjarak 300 meter dari rumahnya. Polisi Diraja Malaysia (PDRM) merilis gambar salah satu dari dua pelaku pembunuhan. 

Polisi juga menemukan sepeda motor pelaku di Tasik Danau Kota pada Selasa, 24 April 2018, pagi dengan nomor registrasi BKJ 413 yang berjarak sembilan menit perjalanan dari tempat kejadian. Polisi meyakini tersangka masih di negara Malaysia dan mungkin akan mengubah penampilan.

Tersangka pembunuhan telah berada di negara ini sejak Januari 2018. Tersangka diduga menggunakan dokumen identitas palsu untuk masuk ke negara Malaysia. Dia meninggalkan sepeda motor di danau yang berjarak sekitar sembilan menit perjalanan dari tempat kejadian," ujarnya menambahkan. AS

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Sosok Fadi Al Batsh, Ilmuwan Elektro Palestina yang Tewas di Malaysia

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu