Ilustrasi Haeruddin, petugas damkar Jakarta Utara yang gugur saat bertugas. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Sosok Haerudin Kepala Peleton Damkar yang Gugur, Senang Momong Cucu

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Jul 2018 06:05:52 WIB

Kriminologi.id - Kepala Peleton III A Tanjung Priok Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara Haerudin gugur dalam tugas saat berjibaku memadamkan si Jago Merah di Jalan Kenanga No 25, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 16 Juli 2018.  

Haerudin dikenal sebagai pejuang bernyali tinggi dalam menghadapi kobaran api. Saking beraninya, para kolega dan pimpinan menjuluki Haerudin dengan sebutan Limbad. 

Di luar kedinasan, Haerudin merupakan sosok yang hangat dan bertanggung jawab. Warga sekitar mengenal Haerudin sebagai orang yang lagi senang momong cucu. 

Pria yang telah mengabdikan dirinya selama 23 tahun sebagai personel Satria Biru, julukan Pemadam Kebakaran, itu merupakan kakek satu cucu.

Haeruddin

Hampir setiap pagi, saat lepas piket, Haerudin bermain dengan cucunya di lapangan atau taman yang berada di Asrama Pemadam Kebakaran Semper Barat, Jakarta Utara. 

Bu RT di Asrama Pemadam Kebakaran Semper, Jakarta Utara menuturkan sejak awal tahun 2017, Haerudin sering terlihat bermain bersama cucunya di taman setiap pagi. 

"Pas mbak Rani punya anak, bapak (Haeruddin) senengnya bukan main. Bapak sering gendong-gendong bawa cucunya keliling taman," ujar Ibu RT 04, tempat tinggal Haerudin yang meminta namanya tidak disebutkan. 

Haerudin, petugas Damkar Jakarta Utara yang gugur saat tugas
Upacara pelepasan terakhir Kepala Peleton III A Tanjung Priok, Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Haerudin. 

Kegiatan Haerudin sejak menjadi kakek, kata Ibu RT menjadi lebih sering momong cucu pagi hari. Wajah bapak dua anak ini terlihat begitu semringah sejak kehadiran cucu pertamanya. 

Bahkan, dirinya sempat mengatakan kepada tetangganya kalau dirinya kerap kangen terhadap cucunya jika sedang dinas. 

"Pernah dia bilang ke saya kalau lagi tugas pasti inget cucu," ujar Ibu RT mengulang pernyataan Haerudin. 

Ida, salah seorang tetangga Haeruddin menjelaskan, sosok Haerudin merupakan orang yang hangat dan bertanggung jawab. Haerudin terbilang aktif dalam kegiatan di lingkungan. 

Ia juga pernah menjadi pengurus warga sebelum ajal menjemputnya. "Bapak (Haeruddin) sih orangnya ramah, apalagi pas punya cucu bener-bener jadi kesayangannya bapak," tutur Ida.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi B Gunawan, pimpinan Haerudin mengutarakan rasa kekaguman luar biasa terhadap anak buahnya yang dijuluki sebagai Limbad dalam mengemban tugasnya. 

Haerudin juga memiliki jiwa petarung yang tinggi dalam menghadapi peristiwa kebakaran. 

"Kalau dia itu dikenal dengan istilah Limbad. Dia ingin berada di lapangan bersama anak buah. Jiwanya suka gatel lah pengen terjun langsung melakukan aksi pemadaman," tutur Satriadi B Gunawan mengenang kepribadian anggotanya tersebut

Haerudin menutup mata setelah berjibaku menjinakan api. Sebelum pulang untuk selamanya, Haerudin meninggalkan arena pertarungannya menghadapi si Jago Merah untuk mencari ambulans. 

Ketika itu, Haerudin merasakan sesuatu di dadanya saat bertarung meredam amukan api yang menjilat bangunan semi permanen yang dijadikan lapak penyimpanan barang bekas.

Kepergian Haerudin dilepas keluarga, kerabat serta pimpinan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Upacara pelepasan Haerudin dipimpin langsung Gubernur DKI Anies Baswedan.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500