Suasana rumah duka Herdi, korban penembakan misterius di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Sosok Herdi, Korban Penembakan Penjaringan Tak Pernah Cerita Pekerjaan

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 16:15:23 WIB

Kriminologi.id - Pihak keluarga korban penembakan misterius, Herdi, di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, mengungkapkan sosok korban dikenal tidak pernah menceritakan persoalan pekerjaan yang sedang dihadapi kepada keluarga. Sebelum peristiwa penembakan itu terjadi, tak ada tanda-tanda tamu mencurigakan menyambangi rumah.

Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku yang diduga melakukan pembunuhan berencana tersebut.

Lia (16), anak sulung korban mengatakan sama sekali tidak mengetahui jika ayahnya memiliki masalah terkait pekerjaannya. Menurut Lia, Herdi termasuk orang yang jarang membahas masalah pekerjaan dengan keluarganya. 

"Papa orangnya gak pernah cerita kalau ada hal-hal (masalah pekerjaan) itu. Kami keluarga pemikir, jadi kalau ada masalah selalu dipikirin sendiri, gak pernah cerita," kata Lia saat ditemui Kriminologi.id di rumah duka Jelambar, Jalan Jelambar, Jakarta Barat, Senin, 23 Juli 2018.

Herdi, korban penembakan misterius di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id
Herdi, korban penembakan misterius di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Menurut Lia, beberapa hari sebelum ayahnya ditembak, tak ada tanda-tanda tamu yang mencurigakan menyambangi rumah mereka di Jalan Jelambar Fajar, Gang Kode, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Tidak ada, tidak ada tamu yang datang," ujarnya singkat.

Lia juga mengaku tidak menyangka ayahnya akan menjadi korban penembakan sadis. Di mata Lia dan keluarga, Herdi merupakan sosok ayah tegas.

"Papa orangnya tegas sama anak anaknya, itu kesan saya pada Papa," ujar Lia yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA ini.

Di sisi lain, Lia mengatakan jenazah ayahnya sudah tiga hari disemayamkan di rumah duka di Jelambar. Jenazah Herdi rencananya akan dikubur ke besok, Selasa, 24 Juli 2018.

"Besok akan dikubur di Tegal Alur," katanya.

Pantauan Kriminologi.id, beberapa sanak saudara korban masih berdatangan ke rumah duka yang berada di ruangan VIP -A lantai dua rumah duka Jelambar. Beberapa karangan bunga pun terpajang di luar rumah duka. 

Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar menduga motif penembakan terhadap Herdi (45) di Jalan Fajar, Penjaringan, Jakarta Utara berlatar belakang bisnis.

Hal itu terlihat saat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni barang-barang milik korban tidak ada yang hilang. Dari hasil olah TKP tersebut, kepolisian menduga pembunuhan sudah direncanakan dua pelaku yang menggunakan sepeda motor N-Max. MG | AS

Reporter: Walda Marison
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500