Ilustrasi polisi. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Sosok Joseph Anugerah, Polantas Gadungan Sempat Berniat Jadi Polisi

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Jul 2018 07:30:54 WIB

Kriminologi.id - Polisi Lalu Lintas (Polantas) gadungan yang diamankan tim Cakra Police Respons (CPR) Polda Metro Jaya sepintas mirip polisi.

Belakangan diketahui, kalau polantas gadungan itu sempat mempunyai niat untuk menjadi polisi, hanya tak kesampaian. 

Perlengkapan yang dikenakannya dari ujung rambut hingga ujung kaki tak ada yang berbeda dengan atribut polisi pada umumnya yang biasa bertugas mengatur lalu lintas di jalan raya. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan kalau Joseph Anugerah, polisi gadungan yang ditangkap itu memiliki obesesi menjadi polisi. 

Ia melengkapi perlengkapan polisi dengan membeli dari toko penjual atribut polisi yang berbeda-beda. Seperti seragam, rompi, seragam hingga topi polantas diperoleh dari penjual atribut polisi. 

Sedangkan sepatu boot Tunggang Polantas dibeli dari toko di daerah Bandung. 

"Tersangka membeli beberapa atribut Polri di pasar Senen, Jakarta Pusat. Tapi untuk sepatu dibeli di wilayah Bandung," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Kriminologi.id di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

Agar penampilannya meyakinkan, Joseph pun melengkapi dirinya dengan Handy Talky (HT), yang juga menjadi alat komunikasi polisi. Untuk HT ini, kata Argo, Joseph mendapatkan dari teman ibunya.   

Dalam rekaman video, yang diunggah @tmcpoldametro Joseph Anugerah begitu tenang dalam menghadapi dua polisi yang menangkapnya di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan. 

Joseph pun sempat mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polisi saat diminta oleh dua petugas yang mengamankannya itu. Petugas yang mengamankan Joseph berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda), sedangkan Joseph menggunakan pangkat Brigadir, yang juga sama-sama bintara. 

Argo masih belum menjelaskan terkait dari mana polisi gadungan itu bisa mendapatkan KTA palsu tersebut. 

Seperti diketahui polantas gadungan ini memeras pengendara yang melintas tanpa menunjukan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengaku telah melancarkan aksinya sejak tiga hari dengan modus menghentikan pengendara kemudian meminta kelengkapan dokumen.

Pengendara yang tak bisa menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi kesempatan dirinya untuk memerasnya.  

"Pelaku memeras para pengendara yang tidak menunjukkan surat kendaraan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Senin, 16 Juli 2018.

Menurut Argo, dalam tiga, Joseph sudah meraup hasil Rp 502.000. Rata-rata yang menyerahkan uang adalah pengendara yang tidak memiliki dokumen.

"Total pelaku memeras Rp 502.000 dari pengendara yang tidak menunjukkan dokumen," tutur Argo.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500