Sosok Kompol Fahrizal Penembak Adik Ipar, Menanti Kenaikan Pangkat

Estimasi Baca :

Pelaku pembunuhan adik ipar wakapolres Lombok tengah. Foto: Facebook/ Fahrizal - Kriminologi.id
Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal yang menembak mati adik ipar. Foto: Facebook/ Fahrizal

Kriminologi.id - Karir Fahrizal sebagai anggota kepolisian berakhir sudah. Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Martuani Sormin mengatakan Fahrizal yang kini berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) dengan jabatan Wakapolres Lombok Tengah akan dipecat dari kepolisian karena menembak mati adik iparnya, Jumingan hingga tewas. 

Bahkan Martuani mengatakan Fahrizal akan dibawa ke peradilan umum dengan ancaman pidana pembunuhan yang membuat ia bisa dihukum mati. "Bukan hanya dipecat tapi dia akan dibawa ke pidana umum," kata Martuani, Kamis, 5 April 2018.

Dihimpun Kriminologi.id dari berbagai sumber, perjalanan karir Fahrizal sebagai anggota kepolisian sejatinya telah terbentang lama sejak ia lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 2003.

Selama hampir 15 tahun menjadi anggota Korps Bhayangkara, pria asal Medan itu pernah merasakan berbagai posisi strategis karena prestasinya yang terbilang bagus.

Bahkan pada tahun 2017 lalu, Fahrizal menjadi satu dari sembilan Pamen Polda Sumut yang mendapat kesempatan mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri Dikreg ke-57.

Fahrizal telah menyelesaikan pendidikan Sespim dan tengah menunggu kenaikan pangkat menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Tak hanya menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian, Fahrizal juga menambah kapasitas keilmuannya dengan menimba ilmu di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Di laman Facebook miliknya, Fahrizal pun menulis menempuh studi pascasarjana Magister Ilmu Hukum di Universitas Sumatera Utara (USU).

Sebagai polisi, salah satu jabatan strategis yang pernah diemban Fahrizal adalah ketika dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Selama bertugas di posisi tersebut, Fahrizal beberapa kali menorehkan prestasi cemerlang seperti saat Satreskrim Polrestabes Medan yang dipimpinnya bersama dengan Detasemen Khusus 88 mengusut percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep pada Agustus 2016. 

Kala itu Fahrizal beserta jajarannya dan Densus 88 berhasil mengamankan Ivan Armandi yang berusaha melakukan pemboman di gereja umat Katolik tersebut. 

Kinerjanya yang dinilai baik sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Medan membuat ia mendapat promosi kenaikan pangkat sebagai Wakapolres Lombok Tengah di lingkup Polda Nusa Tenggara Barat.

Akhir tahun 2017 lalu, Fahrizal diangkat menjadi Wakapolres mendampingi AKBP Kholilur Rahman sebagai Kapolres. 

Fahrizal menjadi Wakapolres Lombok Tengah menggantikan pejabat lama Kompol Lalu Salehuddin yang dimutasi ke Polda NTB. 

Akan tetapi segala torehan positif Fahrizal itu tercoreng dengan perbuatannya menembak mati sang adik ipar pada Rabu malam, 4 April 2018 lalu.

Fahrizal tak bisa menahan diri hingga menarik pelatuk senjatanya. Usai melakukan penembakan itu, ia ditemani sang ibu menyerahkan diri ke Polrestabes Medan dan kemudian diserahkan ke Polda Sumut.

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengatakan Fahrizal kini ditahan di Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan. Ia terancam dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. 

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Sosok Kompol Fahrizal Penembak Adik Ipar, Menanti Kenaikan Pangkat

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu