Suasana rumah duka Marthen Lay, sopir truk yang terkena peluru nyasar saat melintas di Tol JORR, Jakarta Selatan. Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Sosok Marthen Lay Raga, Sopir Tewas Tertembus Peluru di Mata Mertua

Estimasi Baca:
Kamis, 12 Jul 2018 06:00:53 WIB

Kriminologi.id - Marthen Ley Raga, sosok sopir truk Fuso yang dikenal hangat dan perhatian terhadap keluarga. Di mata Yacob (65), ayah dari Fransisca Wiwin, istri Marten, mantunya ini dikenal baik. 

Yacob sempat jeda sejenak menahan rasa sedih saat menanggapi pertanyaan seputar mantunya tersebut. Marthen Ley Raga, adalah sopir truk yang tewas terkena peluru di bagian kepalanya saat korban melintasi Tol JORR Km 184 dari arah Pasar Rebo menuju Cilandak, Jakarta Selatan, tepatnya di depan proyek Apartement Izzara, pada Senin, 9 Juli 2018.

Dengan air mata masih memenuhi kedua bola matanya, Yacob membuka cerita dari dua jam sebelum peristiwa mencekam yang dialami mantunya tersebut. 

Ia menyebut sebelum berangkat beraktivitas, persisnya dua jam sebelum mantunya mengantarkan barang Marthen sempat pamitan kepada dirinya. Layaknya anak kepada orang tua, Marthen pamit terhadap mertuanya itu dengan mencium tangan dan berpelukan.

Dalam pelukannya itu, Marten sempat melontarkan kalimat permohonan maaf. Yacob sudah menyadari kalau pamitan mantunya hari itu memang tidak biasa.

Namun, dirinya sama sekali tidak berpikir etika mantunya pamit sebelum bekerja itu adalah merupakan salam perpisahan untuk selamanya. 

"Saat itu masih jam 8 pagi. Kira-kira dua jam sebelum menantu saya pergi mengantarkan barang. Dia lalu datang berpamitan kepada saya. Mencium tangan saya berpelukan dan meminta maaf," kata Yacob mengenang Marthen.

Yacob menuturkan kalau pelukan hangat disertai permohonan maaf itu bukan saja kepada dirinya sebagai mertua, melainkan terhadap adik dari mertua lelaki pun diperlakukan yang sama. 

Yulius Sunardi, adik dari Yacob, menceritakan yang sama. "Sebelumnya kalau mengantarkan barang tidak pernah pulang dulu ke rumah," ujarnya. 

Yulius Sunardi juga mengatakan bahwa Marthen sempat pamitan kepada dirinya dengan cara berpelukan. "Dia juga sempat minta maaf ke saya. Saya enggak tahu kayaknya dia mau pergi jauh gitu," ucap Yulius.

Tidak banyak yang diceritakan dari bapak mertua dan adiknya itu tentang Marthen. Hanya saja, Yacob menuturkan kalau kabar duka itu terjadi pada mantunya sekira pukul 10.00 WIB. 

Saat itu kata Yacob, dari cerita salah satu kawan kerjanya yang ikut Marthen mengatakan, di pelipis sebelah kiri mantunya itu mengucur darah segar dan terlihat adanya peluru bersarang di dalamnya.

Padahal saat itu sang mantu masih menyeruput secangkir kopi.

"Kalau awalnya teman Marthen kaget kenapa ada darah di pelipis menantu saya. Dia kaget, padahal saat itu Marthen sedang menyeruput kopi untuk menghilangkan kantuk," ujar Yacob.

Dari kejadian itu akhirnya Marthen dilarikan ke RS Fatmawati untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500