Lokasi penganiayaan adik mantan pesepak bola Timnas. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Sosok T Penganiaya Siswa SMK PGRI 23 Pernah Tinggal Kelas

Estimasi Baca:
Kamis, 23 Ags 2018 17:25:49 WIB

Kriminologi.id - Sosok penganiaya RRK (16), adik mantan pesepak bola timnas Indonesia, di SMK PGRI 23 Jagakarsa dikenal sebagai siswa yang kerap bermasalah. Selain tinggal kelas, siswa berinisial T (19) itu juga pernah membuat keributan di sekolah.

Menurut Mansur, Kepala SMK PGRI 23 Jagakarsa, menjelaskan bahwa sosok T, salah satu dari tiga pelaku penganiayaan itu pernah berbuat keributan di sekolah. Namun Mansur enggan merinci keributan yang dibuat T di sekolah itu.

“Dia umurnya emang udah 19 tahun. Pernah tinggal  kelas juga. Dulu sih, dia pernah kena masalah juga, ribut-ribut gitu,” kata Mansur saat ditemui Kriminologi.id di SMK PGRI 23, Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Agustus 2018.

Selain itu, Mansur menjelaskan, siswanya yang berinisial T tersebut tinggal bersama pamannya sebelum peristiwa keributan yang dibuat T beberapa waktu lalu. 

“Dia kan tinggalnya sama om-nya, ibunya TKW (tenaga kerja wanita) di Korea kalau engga salah, sudah lama kerja di sana,” kata Mansur menambahkan.

Menurutnya, beberapa waktu lalu saat siswanya itu berbuat lah, orang tua T yang tengah bekerja di luar negeri itu langsung kembali ke Indonesia.

“Pas dulu dia bikin ulah, ibunya langsung pulang, sekarang ibunya udah ada di rumah, belum kembali ke Korea," kata Mansur.

Sementara itu menurut Arum, mantan kepala SMK PGRI 23 Jagakarsa, peristiwa penganiayaan di sekolah tersebut juga pernah terjadi. 

“Dulu juga pernah ada kasus senior mukulin murid baru, sampai-sampai yang dipukulin mukanya memar-memar,” ujar Arum saat ditemui di lokasi yang sama.

Diberitakan sebelumnya, siswa SMK PGRI 23 Jagakarsa berinisial RRK terbaring di rumah sakit setelah menjadi  korban penganiayaan oleh tiga kakak kelasnya.

Orang tua RRK telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. RRK mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh tiga kakak kelasnya berinisial TA, K, dan AN.

Peristiwa itu bermula saat korban diminta menemui ketiga pelaku di salah satu ruangan kelas. Korban diminta melakukan push up. Saat korban masih menyelesaikan push up, ketiga pelaku langsung melakukan penganiayaan dengan menendang dan menginjak tubuh korban.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500