Logo Bank bjb Syariah. Ilustrasi: Ist/Kriminologi.id

Sosok Yocie Gusman, Plt Dirut BJBS Tersangka Penyalur Kredit Fiktif

Estimasi Baca:
Kamis, 23 Nov 2017 05:05:56 WIB

Kriminologi.id - Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menetapkan Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bank Jabar Banten Syariah, Bandung, Yocie Gusman sebagai tersangka dalam kasus penyaluran kredit macet kepada PT Hastuka Sarana Karya (HSK).

Pemberian kredit itu dilakukan dalam rangka pembiayaan pembangunan proyek Garut Super Blok (GSB) tahun 2014-2015.

Penelusuran Kriminologi, Rabu, 22 November 2017, Yocie merupakan pria kelahiran 14 Agustus 1974. Ia meraih gelar sarjana Jurusan Perikanan di Institut Pertanian Bogor pada 1998. Di kampus yang sama itu Yocie menyelesaikan studi pascasarjana.

yocie gusman

Dalam karir perbankan Yocie juga pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Cipulir Bank Syariah Mandiri. Selain itu, karir Yocie juga ternyata pernah berada di beberapa bank ternama, di antaranya Bank Bukopin Cabang Syariah Melawai sebagai Account Officer, serta Bank Wakalumi sebagai kepala marketing.

BACA: Plt Dirut BJB Syariah Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Di organisasi kependidikan, Yocie juga tercatat aktif di sejumlah oganisasi. Salah satunya adalah sebagai Wakil Pusat 1 Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi  Syariah. Yocie juga pernah menjadi Bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) ORWILSUS Bogor, Jawa Barat.

Yocie bersama koleganya juga tecatat mendirikan Yayasan Islamic Yatim Center (IYC) pada 2007. Ia menjabat sebagai dewan pembina. Pada 2012 yayasan yang dirintisnya itu mampu menampung sekitar 400 yatim yang dibina dan disekolahkan.

Yocie juga pernah menjalani program International Visitor Leadership Program (IVLP) untuk mempelajari Good Governance and Decentralization di Amerika Serikat.

Dalam karir politik Yocie Gusman juga tercatat pernah aktif dan menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Bogor, Kota Bogor periode 2004-2009. Juru Bicara PKS Madani Ali Sera belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi Kriminologi terkait hal itu.

Infografik Yocie Gusman, Plt Dirut BJBS Tersangka Penyalur Kredit Fiktif. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menyangkakan Yocie Gusman dalam kasus penyaluran kredit macet PT Hastuka Sarana Karya atas pembiayaan pembangunan proyek Garut Super Blok atau GSB tahun 2014-2015. Kasus ini menimbulkan kerugian hingga mencapai Rp 628 miliar.

Penetapan tersangka ini dilakukan usai gelar perkara pada Senin, 20 November 2017. Dalam kasus ini Yocie berperan sebagai penanggungjawab yang memberikan kredit fiktif kepada PT Hastuka Sarana Karya sebagai debitur untuk membeli kios pada proyek GSB dengan plafon sebesar Rp 566,45 miliar.

Penyidik mengendus adanya tindak pidana korupsi dalam kerjasama pembiayaan antara PT BJB Syariah dan PT Hastuka Sarana Karya untuk membiayai proyek Garut Super Blok (GSB) tahun 2014-2015. 

BACA: Pembobolan Bank Mandiri Rp 201 Miliar PT CSI Segera Disidangkan

Untuk mendapatkan kepercayaan BJB Syariah, PT Hastuka Sarana Karya seolah-olah meyakinkan bahwa ada 161 pihak yang akan membeli ruko di mal yang akan dibangun.

BJB Syariah mengucurkan dana pinjaman sebesar Rp 566,45 miliar. Pembiayaan lebih dari setengah triliun rupiah itu dilakukan tanpa memberikan jaminan atau agunan kepada pihak bank. Namun pihak debitur mengagunkan tanah induk dan bangunan ke bank lain. Setelah dikucurkan, ternyata pembayaran kredit tersebut macet sebesar Rp 548,94 miliar.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500