Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Stefanus, Pembunuh Laura Sang Kekasih Ternyata Cucu Paling Disayang

Estimasi Baca:
Senin, 7 Mei 2018 17:40:49 WIB
Menurut Ketua RT 11/08 Pekojan yang bernama Muchtar, sosok Stefanus adalah cucu kesayangan dari mimi panggilang akrab nenek Lanawati. Sebab pemuda 25 tahun itu merupakan cucuk laki-laki pertamanya.

Kriminologi.id - Stefanus (25), pria yang tega membunuh kekasihnya sendiri bernama Laura (41) dengan cara ditusuk dan dibakar, dikenal sebagai sosok cucu kesayang neneknya yang diketahui bernama Lanawati. Sebab, pemuda itu merupakan cucu pertamanya.

Sosok Stefanus yang merupakan cucu kesayangan dapat diketahui setelah Kriminologi.id menyisir kediamannya yang berada di Jalan Kampung Janis RT 11/08, Nomor 11, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, pada Senin 7 Mei 2018.

Menurut Ketua RT 11/08 Pekojan yang bernama Muchtar, sosok Stefanus adalah cucuk kesayangan dari mimi panggilang akrab nenek Lanawati. Sebab pemuda 25 tahun itu merupakan cucuk laki-laki pertamanya.

"Dia (Stefanus) cucu kesayangan. Kalau dari infomasi yang saya dapat karena Stefanus ini cucu pertama laki-laki dari anaknya yang namanya ibu Mery," kata Muchtar.

Sayangnya, saat disinggung mengenai kepribadian dari Stefanus dalam kehidupan sehari-hari, Muchtar mengaku tidak dapat menjelaskan hal itu. Sebab, sosok Stefanus tak pernah terlihat berada di kawasan padat penduduk itu atau pun di rumah kediaman orang tuanya.

Stefanus sudah beberapa bulan ini, setidaknya sembilan bulan sudah tidak pernah pulang ke rumah orang tuanya. Hal itu terjadi setelah Stefanus bekerja menjadi sopir driver online Grab Car.

Dari profesinya itu, Stefanus dekat dengan wanita bernama Laura (41). Tidak hanya dekat, keduanya sudah merencakan menikah pada Agustus mendatang. Foto pre-wedding pun sudah dilakukan pada Rabu, 2 Mei 2018.

Laura korban pembunuhan di Tambora Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id
Laura korban pembunuhan di Tambora Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Permasalahan utama keduanya ribut adalah Laura yang menuding keluarga Stefanus tidak ikut andil dalam pendanaan rencana pernikahan keduanya.

"Karena biaya pernikahan Rp 250 juta seluruhnya ditanggung pihak keluarga perempuan. Korban (Laura) sebagai pihak perempuan terus-terusan menyinggung masalah tersebut sehingga tersangka (Stefanus) sebagai calon suami membunuhnya," kata Kapolsek Tambora Iver son Manossoh kepada Kriminologi.id, Minggu, 6 Mei 2018.

Laura tewas dibunuh calon suaminya sendiri Stefanus di Jalan Alaydrus No 69, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 3 Mei 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat Laura yang bersimbah darah ini dibakar lalu dibawa menggunakan mobil pribadinya ke Pantai Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Mayat korban ditemukan warga sekitar beberapa jam kemudian.

Pembunuhan itu terjadi saat keduanya cekcok mulut. Saat itu, Laura marah besar terhadap Stefanus. Tak mampu membendung emosi, Laura beranjak ke kamarnya dan menodongkan pisau.

Di hadapan Stefanus, Laura mengancam akan membunuhnya. Ancaman itu membuat emosi Stefanus ikut tersulut. Akhirnya, ia merebut pisau dari genggaman pacarnya lalu menusuknya hingga tewas.

Belum puas setelah menusuk calon istrinya, Stefanus juga membakar mayat Laura. Setelah membakarnya, Stefanus membuang mayat Laura di pesisir pantai Desa Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Mayat korban ditemukan warga sekitar beberapa jam kemudian.

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500