Mulud sopir Grab Car yang tewas di Sukabumi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Tewas Dibunuh, Mulud Pensiunan PNS yang Memilih Jadi Sopir Grab

Estimasi Baca:
Kamis, 4 Jan 2018 06:30:43 WIB

Kriminologi.id - Mulud, sopir taksi online Grab yang tewas dibunuh penumpangnya dikenal sebagai sosok pekerja keras oleh keluarganya. Meski telah berusia lanjut yakni 63 tahun, ia tetap bersikeras mencari nafkah. 

Mujiono, anak pertama Mulud, mengaku tak bisa berbuat banyak perihal keinginan ayahnya yang telah berusia tua untuk tetap mencari nafkah.

Padahal di usia tuanya, Mulud seharusnya bisa lebih santai karena tanggungan Mulud hanya istrinya saja lantaran keempat anaknya telah menikah.

Baca: Sopir Grab Tewas Dibunuh, Begini Cara Keluarga Temukan Jasad Mulud

"Saya sebagai anak juga melarang bapak masih cari duit. Saya juga enggak kepengen orang tua pontang-panting cari uang. Namun karena semangatnya tinggi, saya engga bisa apa-apa," kata Mujiono kepada Kriminologi saat ditemui di rumahnya, di Desa Ragajaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Rabu, 3 Januari 2018.

Mujiono menambahkan, Mulud merupakan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) bagian Tata Usaha di SMA 28 Jakarta dan telah pensiun pada tahun 2008. Setelah pensiun, Mulud menjalani berbagai aktivitas untuk mengisi waktu luangnya. Karena terbiasa bekerja selama puluhan tahun, Mulud selalu 'gatal' ingin bekerja kembali.

"Kemudian bapak kerja serabutan, seperti sewa mobil, pokoknya apa aja dikerjain. Kalau di Grab ini kira-kira udah setahunan," ujar Mujiono.

Baca: Dua Pembunuh Sopir Grab Kabur ke Kawasan Bojonggede Bogor

Mulud memiliki alasan tersendiri untuk fokus ke taksi online. Kepada Mujiono, Mulud mengaku penghasilannya sebagai sopir taksi online sangat menjanjikan.

Mulud pun menjadi sopir taksi online menggunakan mobil kawan karibnya semasa bekerja dulu dengan sistem bagi hasil, dengan setoran sehari Rp 100 ribu.

Namun kegigihan mencari nafkah Mulud harus berakhir setelah dirinya tewas dibunuh dan jasadnya ditemukan di semak-semak wilayah perkebunan Jalan Raya Cikotok Lampungharja, Kampung Naringgul, Desa Cikakak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin, 25 Desember 2017.

Baca: Polisi: Mahasiswa Dalangi Pembunuhan Sopir Grab

"Kita minta pelaku dihukum berat, ya kami harap sih hukuman mati. Selain itu, kami sebagai pihak keluarga berharap ada informasi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus ini," kata Mujiono. AN

KOMENTAR
500/500