Vonis Bebas Korban Salah Tangkap, Ini Sosok Hakim Eka Saharta

Estimasi Baca :

hakim Eka Saharta. Foto: PN Bekasi - Kriminologi.id
Hakim Eka Saharta. Foto: PN Bekasi

Kriminologi.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, memvonis bebas Indra Lesmana atas kasus penganiayaan terhadap Edi Gilang Febriyanto, 17, siswa SMK Abdi Karya yang tewas saat tawuran. 

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Eka Saharta Winata Laksana, menyatakan tidak melihat keterkaitan Indra terhadap tewasnya Edi Gilang Febriyanto. Indra didakwa pasal alternatif UU Perlindungan Anak dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dengan ancaman 11 tahun penjara.

Sosok Eka Saharta, merupakan hakim Pengadilan Negeri Bekasi sejak 2016. Dalam situs resmi PN Bekasi Kota, Eka menjabat sebagai Hakim Madya Utama. Sebelumnya, Eka pernah menjabat sebagai Hakim Tingkat Pertama di Pengadilan Negeri Semarang pada 2013.

TONTON: Video Pengakuan Indra Lesmana Sang Korban Salah Tangkap Polisi

Sementara karir Eka dimulai menjadi staf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 1988 dan 1989.

Dalam karir Eka Saharta, dia juga pernah menyidangkan sejumlah kasus penting. Salah satunya adalah saat ia menjabat sebagai hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. Dalam sidang itu, Eka bersama majelis hakim memvonis bebas Wali Kota Bekasi nonaktif Mochtar Mohammad, pada 11 Oktober 2011.

Akibatnya, Eka Saharta yang saat itu menjadi hakim anggota bersama Ramlan Comel, dan hakim ketua Azharyadi Pria Kusuma diperiksa Mahkamah Agung untuk mencari apakah ada pelanggaran etika dan perilaku hakim dalam perkara tersebut.

BACA: Pengakuan Korban Salah Tangkap Polisi, Dianiaya Untuk Mengaku

Eka Suharta juga pernah memvonis 1 tahun penjara terhadap Sunaryo HW, mantan anggota Dewan Kota Cirebon yang saat itu menjabat Wakil Wali Kota Cirebon. Sunaryo divonis atas kasus korupsi dana APBD Kota Cirebon tahun 2004 senilai Rp 4,9 miliar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jumat, 6 Januari 2012.

indra lesmana

Indra Lesmana, korban salah tangkap atas kasus penganiayaan saat terjadinya tawuran merupakan alumni SMK Bani Insan Kamil tahun 2016. Indra dibebaskan oleh majelis hakim Pengadilan Bekasi karena tidak terbukti melakukan penganiayaan.

Peristiwa tawuran tersebut terjadi pada 11 Maret 2017. Tawuran yang terjadi di Jalan Ratna, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, dilatarbelakangi karena saling ejek.

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Vonis Bebas Korban Salah Tangkap, Ini Sosok Hakim Eka Saharta

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu