Gubernur Jambi Zumi Zola dengan gaya cerianya memberikan keterangan kepada pers usai diperiksa KPK, (05/01/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Wajah Zumi Zola Kusam Saat Datang ke KPK, Pertama Kali di Bulan Puasa

Estimasi Baca:
Selasa, 29 Mei 2018 17:55:07 WIB

Kriminologi.id - Jumat, 25 Mei 2018 pagi itu menjadi kedatangan perdana bagi Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bulan Ramadan.

Zumi Zola, tersangka korupsi proyek infrastruktur di Jambi itu datang tak seceria biasanya. Wajah Zumi sedikit pucat dan tak bergairah. Begitu juga dengan rambutnya yang terlihat kering saat datang untuk pemeriksaan dirinya sendiri. 

Entah kenapa kedatangan perdana di bulan puasa ini Zumi Zola terlihat tak secerah biasanya. 

Pemandangan berbeda terlihat saat Zumi yang biasanya memberikan senyum merekah khas miliknya, terlihat lebih banyak terdiam dan murung. Apalagi terlihat sekali bahwa Zumi nampak lemas dari biasanya.

Padahal saat kedatangan hari sebelumnya, Zumi Zola masih dengan gaya khasnya yang ceria dan senyum semringah. Rambut hitamnya pun sedikit berkilau seperti yang menggunakan minyak rambut.

Muhammad Farizi, kuasa hukum Zumi Zola menjelaskan kenapa kliennya itu terlihat berbeda saat datang di bulan puasa itu. Alasannya, Zumi Zola sedang mengalami sakit. 

Salah satu penyakit yang dirasakan oleh Zumi Zola di dalam penjara adalah sakit diabetes yang telah lama dideritanya. Namun penderitaan penyakit yang dirasakan oleh Zumi Zola semakin menjadi selama di bulan Ramadan.

"Selama bulan ramadan kadar insulin klien kami cukup naik ya selama bulan puasa ini. Karena makanan yang dikonsumsi kan banyak kadar gulanya juga. Sementara mau bawa dari luar dibatasi enggak bisa setiap hari,” ujar Muhammad Farizi kepada Kriminologi.id, Senin malam 28 Mei 2018.

Dari tim kuasa hukum Zumi Zola juga pernah meminta izin agar bisa memeriksakan kesehatannya. Pihak rutan KPK juga sudah mengizinkan, namun untuk penyakit diabetes yang dianggap serius dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memeriksakannya secara intensif.

“Iya pernah diizinkan juga. Tapi kan kalau sakit diabetes harus diperiksa intensif. Jadi ya enggak bisa sehari-dua hari. Makanya kami harap JC dikabulkan,” ucap Farizi. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500