Wanita Tewas Pesta Miras, Jejak April Sebelum Dijemput Malaikat Maut

Estimasi Baca :

Salah satu korban meninggal dunia akibat miras oplosan di Depok, Jawa Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Salah satu korban meninggal dunia akibat miras oplosan di Depok, Jawa Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id
Kehidupan Apriliani, wanita tewas usai pesta miras oplosan begitu mengharu biru. Sebelum dijemput malaikat maut, Apriliani memiliki masalah dalam rumah tangganya.

Kriminologi.id - Apriliani (24), perempuan yang meninggal akibat menenggak miras oplosan sebelumnya mempunyai masalah rumah tangga dengan sang suami, Romi (25). Ketika mendatangi rumahnya yang berada di RT 04/01, Gang Kapuk, Kelurahan Pondok Cina, Beji, Depok, orang tua April, Sulaeman dan Wiwin menceritakan sosok April dan kondisi rumah tangga anak pertamanya tersebut.

"April itu anak pertama, dia kelahiran 21 April 1993, pas Hari Kartini, makanya namanya Apriliani. Adik-adiknya ada empat, yang kedua namanya Syahrul, yang ketiga namanya Jasnin, yang keempat namanya Rangga, yang kelima yang masih kecil namanya Devi, umurnya masih enam tahun," ujar Wiwin kepada Kriminologi.id pada Rabu 4 April 2018.

Wiwin menambahkan, selepas tamat dari bangku SMA, April seingkali berpindah-pindah kerja. Kebanyakan tempat kerjanya sendiri berada di tempat kuliner dan perbelanjaan Jalan Margonda Raya, Depok.

"Pas lulus SMA, dia sempat kerja juga ke sana kemari, tapi ya masih deket-deket sini juga, di Jalan Margonda. April pernah kerja di Mie Aceh Margonda, di Restoran Dim Sum pernah, yang terakhir ya di tempat makan (foodcourt) di Detos (Depok Town Square). Walaupun pindah-pindah kerja dia orangnya punya niat enggak mau nyusahin orang tua," ujar Wiwin.

Pada 16 Desember 2016, April dinikahi secara siri oleh seorang pria bernama Romi. Berdasarkan pengakuan Wiwin, Romi berasal dari Subang dan menyewa rumah kontrak di Kelapa Dua ketika menikahi April secara siri. Beberapa hari setelah menikah, April melahirkan anak pertamanya yang kemudian diberi nama Zulfikar.

"Pertengahan Desember, April nikah sama Romi, ngakunya sih orang Subang, pas nikahin April dia ngontrak di Kelapa Dua sana. Ya mereka nikah kan karena 'kejadian' (hamil di luar nikah). Pas seminggu setelah mereka nikah, Fikar (Zulfikar) lahir," ujar Wiwin.

Wiwin menambahkan, menjelang satu tahun pernikahannya, ternyata Romi mulai menunjukkan tabiat aslinya. Wiwin menganggap Romi sebagai suami April yang tidak bertanggung jawab, karena dinilai pelit memberikan nafkah untuk April dan anaknya sendiri Zulfikar.

"Makin ke sini makin ketahuan kelakuannya, pelit banget, enggak tanggung jawab. Ngasih uang saja jarang banget, buat kebutuhan Fikar (Zulfikar) saja dia jarang ngasih. Padahal ya suami kan harusnya tanggung jawab, ngasih nafkah ke keluarga," imbuh Wiwin.

Puncaknya, pada pertengahan 2017, kondisi rumah tangga Romi dan April semakin di ujung tanduk. Pada suatu hari, ketika sedang berada di rumah kontrak yang disewa Romi, April hendak pukang ke rumah kediamannya. 

Entah kenapa, April tidak menyadari Romi sedang berada di rumah kontraknya sehingga langsung mengunci pintu rumah kontrak tersebut. Romi kemudian marah besar dan tidak terima. Semenjak kejadian tersebut, Romi sering memukul dan berkata kasar kepada April.

"Pernah pas pertengahan 2017, lupa hari apa. April telepon ke saya, katanya 'mak April mau pulang', saya bilang ya udah izin dulu sama bang Romi, eh katanya Romi lagi enggak ada di rumah. Akhirnya dia kunci rumahnya, eh tahu-tahunya Romi ada di rumah, langsung marah. Sejak kejadian itu dia sering mukulin April, sering ngomong kasar," ujar Wiwin.

Wiwin menambahkan, pada Desember 2017 ketika sedang bertengkar hebat, Romi memukul bibir April hingga mengeluarkan darah di depan anak kandung mereka, Zulfikar yang pada saat itu masih berusia satu tahun.

"Pernah pas Desember tahun kemarin, mereka lagi berantem gede-gedean, si Romi mukulin bibirnya April sampai bibirnya berdarah, di depan Fikar (Zulfikar). Siapa yang enggak kaget kalau tahu kejadian itu. Pas saya tanya ke Fikar, dia meragain Romi pas mukul April, sambil bilang 'mamah dipukulin nek', gitu katanya," ujar Wiwin.

Sejak kejadian tersebut, mereka memutuskan untuk berpisah. Pada waktu itu, Romi mendatangi rumah kediaman April dan bertemu dengan Sulaeman dan Wiwin. 

"Pas mau pisah Romi dateng ke rumah, ketemu bapak (Sulaeman) sama saya. Dia bilang mak pak saya serahin lagi April ya, udah enggak kuat. Saya jawab 'kalau yang namanya orang tua sendiri mah pasti sayang sama anak, April mau ke mana lagi kalau bukan ke sini, kan anak kami. Yang jadi masalah itu Fikar (Zulfikar) mau dibawa ke mana, siapa yang ngasuh," ujar Wiwin.

Semenjak berpisah dengan Romi, April menjadi uring-uringan, sering keluar malam, hingga kedapatan merokok. Ketika ke luar malam, April sering menghabiskan waktu dengan teman-temannya di Soerabi Bandung.

"Pas pisah sama Romi, April jadi uring-urinngan, kelihatan banyak masalah. Sering keluar malam, kalau keluar malam sering nongkrong di Soerabi Bandung, sama temen-temennya. Malahan saya pernah lihat dia ngerokok. Tapi yang namanya punya masalah rumah tangga kita juga mau ngelarang dia gimana, nanti disangkanya kita malah neken dia," ujar Wiwin.

Ketika kerap menghabiskan waktu di Soerabi Bandung tersebut, April juga bertemu dengan beberapa teman laki-lakinya yang lain, terutama Imron, Roni, Muljafar (Opang), Iwan, Andri. 

Puncaknya, mereka semua menjadi korban minuman keras oplosan yang dibeli di sekitar gang Almaliyah, Jalan Komjen Pol M Jasin, Srengseng, Jakarta Selatan. Pada Selasa 3 April 2018, nyawa April tidak terselamatkan setelah mengalami kejang-kejang hingga menghembuskan napas terakhir di kediamannya, di hadapan ibu kandungnya, Wiwin. DM

Baca Selengkapnya

Home Rekam Jejak Sosok Utama Wanita Tewas Pesta Miras, Jejak April Sebelum Dijemput Malaikat Maut

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu