Ilustrasi pencabulan anak. Ilustrasi: Pixabay

4 Siswi SD Dicabuli Pelatih Bulu Tangkis di Surabaya, Aksi Sejak 2017

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 22:40:14 WIB

Kriminologi.id -
Pencabulan Pelatih Bulu Tangkis di Surabaya, 4 Pelajar SD Jadi Korban

Seorang pelatih bulu tangkis di Surabaya, Jawa Timur diduga melakukan pencabulan terhadap anak didiknya. Kasus tersebut terungkap berkat laporan para orang tua korban.

Terduga pelaku berinisial JY, yang merupakan warga Jalan Kebraon Mitra Surabaya. Aksi pencabulan yang dilakukan lelaki berusia 40 tahun itu adalah kerap memeluk dan meraba-raba anak didiknya setiap kali menunggu jemputan usai berlatih bulu tangkis di tempat latihan yang dikelola pelaku di kawasan Jalan Kebraon Surabaya.

"Pada kesempatan lain, pelaku menyuruh korban mengambil air di kamar mandi lingkungan tempat latihan. Di dalam kamar mandi itu lalu pelaku memeluk dan meraba-raba anak didiknya," kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi Ruth Yeni kepada wartawan di Surabaya, Jumat, 31 Agustus 2018.

Sejumlah anak didiknya yang menjadi korban kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya masing-masing dan selanjutnya melayangkan laporan ke Polrestabes Surabaya.

"Atas laporan dari sejumlah orang tua korban kami melakukan penyelidikan dan kemudian menangkap pelaku di tempat latihannya, kawasan Jalan Kebraon Surabaya," ujar Ruth.

Anak didik pelaku yang menjadi korbannya kebanyakan adalah pelajar Sekolah Dasar, usia 9 hingga 10 tahun, yang merupakan tetangganya sendiri, yang berdomisili di lingkungan Jalan Kebraon Surabaya. "Sementara yang melapor baru empat korban," katanya.

Pelaku JY menjadi pelatih bulu tangkis sudah sejak sekitar lima tahun yang lalu. Namun, kepada polisi ia mengakui kerap melakukan pencabulan terhadap sejumlah anak didiknya sejak 2017.

Ruth mengatakan, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk mencari kemungkinan banyak korban lainnya.

"Karena anak-anak yang berlatih bulu tangkis di tempat korban ada banyak. Bisa jadi ada korban lainnya yang belum melapor," ujarnya.

Pelaku JY dijerat perkara pencabulan terhadap anak, Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun atau paling lama 15 tahun penjara.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500