Polres Metro Jakarta Utara menangkap Adrianus Sayow penganiaya anak tiri, Foto: Ist /Kriminologi.id

Adrianus Sayow Tega Bunuh Anak Tiri karena Dianggap Membawa Sial

Estimasi Baca:
Jumat, 24 Ags 2018 17:35:32 WIB

Kriminologi.id - Polisi mengungkap alasan Adrianus Sayow, driver ojek online yang menganiaya anak tirinya yang berusia 2 tahun hingga tewas. Adrianus mengaku tak terima dengan kehadiran korban yang dianggapnya sebagai pembawa sial.

"Korban dianggap sering buat masalah dan pembawa sial, tersangka juga tidak dapat terima kalau korban hadir di kehidupan dia dan Yanti," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febriansyah di Mapolres Jakarta Utara, Jumat, 24 Agustus 2018.

Febriansyah melanjutkan, penganiayaan yang dilakukan Adrianus terhadap anak tirinya ini bukan baru pertama kali. Pada 2017 lalu, Adrianus pernah dilaporkan ke kepolisian atas kasus yang sama yaitu menganiaya anak tirinya.

Namun tidak berapa lama Adrianus dibebaskan setelah sang istri, Yanti mencabut laporannya.
 
"Tahun 2017 memang pernah melapor ke Polres Jakarta Utara dengan kasus serupa. Tapi karena usia pernikahan masih muda, istri mencabut laporan dan kesaksiannya," kata Febriansyah.

Febrianysah mengatakan, polisi berencana mengetahui sisi kejiwaan Adrianus dengan menggandeng kedokteran untuk menyelidiki apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak.

"Kami masih bekerja sama dengan instansi terkait. Kita cek kesehatan jiwanya," kata Febriansyah.

Adrianus kini menjadi tersangka usai dijerat pasal 80  UU no 35 tentang Perlindungan anak  tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, balita berinisial Aq (2) koma setelah dianiaya ayah tirinya di rumahnya di Gang Pojok, Kampung Sukapura, RT 06 RW 05, Cilincing, Jakarta Utara. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Koja, Jakarta Utara untuk mendapatkan perawatan intensif hingga akhirnya meninggal dunia pagi ini, Jumat, 24 Agustus 2018.

Diketahui, Adrianus menikah dengan Yanti, janda beranak satu sejak dua tahun lalu. Selama tinggal di kontrakan, warga mengenal Adrianus sebagai pribadi yang tertutup. Ia jarang bergaul dengan tetangga. Tidak hanya dikenal sombong, di mata ibu-ibu sekitar Adrianus merupakan seorang ayah yang ringan tangan. 

Warga kadang melihat Adrianus melakukan kekerasan terhadap anak tirinya. Bahkan juga kepada istrinya yang sedang mengandung. Kepada anak tirinya, tersangka membenturkan kepala gadis kecil itu ke tembok, memukuli wajah, dan bagian belakang kepalanya. 

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500