Alasan Polisi Tetap Lanjutkan Kasus Sinta, Ibu Aniaya Bayi Calista

Estimasi Baca :

Jasad bayi Calista saat disemayamkan di rumah duka di Karawang, Jawa Barat. Foto: Humas Polres Karawang - Kriminologi.id
Jasad bayi Calista saat disemayamkan di rumah duka di Karawang, Jawa Barat. Foto: Humas Polres Karawang
Mabes Polri memastikan tetap melanjutkan proses hukum terhadap Sinta Noviana, tersangka kasus penganiayaan bayi kandungnya Calista yang berumur satu tahun tiga bulan.

Kriminologi.id - Kepolisian memastikan akan melanjutkan proses hukum kasus penganiayaan yang dilakukan Sinta Noviana terhadap anak kandungnya yang masih bayi bernama Calista.

"Sudah ditetapkan ya orang tua dari Calista diproses lanjut," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

Bayi yang masih berusia 1 tahun 3 bulan itu dianiaya Sinta hingga tewas pada Minggu, 25 Maret 2018. Calista meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami koma selama 15 hari di RSUD Karawang, Jawa Barat.

Setyo menambahkan, proses hukum terhadap ibu kandung Calista tetap dilanjutkan setelah pihak Kepolisian meminta sejumlah keterangan beberapa ahli dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

"Tidak ada wacana, jadi tetap akan diproses lanjut karena memenuhi unsur dan sudah dimintai keterangan ahli dari Lembaga Perlindungan Anak," ucapnya.

Mengenai nasib satu anak Sinta yang masih memerlukan pendampingan jika ibunya ditahan, ia mengatakan, akan ada jalan keluarnya. 

Setyo mengaku, hal itu juga sempat menjadi pertimbangan pihak Kepolisian untuk tidak menerapkan upaya hukum terhadap Sinta lantaran masih memiliki tanggung jawab merawat dan membesarkan anak itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradonna Armin Mappaseng. Ia menegaskan, proses hukum kasus tewasnya bayi Calista di tangan ibunya, Sinta, tetap berlanjut. 

Saat ini pihak Polres Karawang tengah melakukan pemulihan psikologis terhadap pelaku dengan melibatkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Armin Mappaseng menjelaskan, saat ini untuk pmeriksaan dan pemulihan kondisi psikologis Sinta dilakukan pendampingan oleh tim P2TP2A Karawang.

"Untuk pemulihan psikologis memang ada pendampingan oleh P2TP2A, dan dipastikan kasus tetap berlanjut," kata Armin saat dihubungi, Selasa, 27 Maret 2018.

Atas perbuatannya, Sinta akan dikenakan pasal berlapis, antara lain Pasal 44 ayat 2 dan ayat 3 UU RI No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. 

Penetapan pasal tersebut karena peristiwa penganiayaan oleh pelaku merenggut korban jiwa.

"Selain itu, UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo Pasal 351 ayat 2 jika meninggal jadi ayat 3 Jo Pasal 64 KUHPidana," tuturnya.

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Alasan Polisi Tetap Lanjutkan Kasus Sinta, Ibu Aniaya Bayi Calista

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu