Alat Pernafasan Tak Mampu Menolong Bayi Calista Usai Dianiaya Ibunya

Estimasi Baca :

Ilustrasi Mayat Bayi. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Mayat Bayi. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Bayi bernama Calista yang sempat koma selama dua minggu di RSUD Karawang usai dianiaya ibunya sendiri akhinya menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu, 25 Maret 2018. Alat bantu pernafasan untuk memacu jantungnya akhirnya tak mampu membuat Bayi Calista bertahan hidup lebih lama lagi. Pasalnya, luka di kepala bagian belakang yang dialami bayi berusia 1 tahun 6 bulan itu cukup parah. 

"Saya mendapat kabar jika bayi Calista meninggal dunia sekitar pukul 09.55 WIB. Kita semua sudah berupaya memberikan yang terbaik untuk Calista, namun takdir sudah digariskan kita hanya bisa berdoa," kata Kapolres Karawang, Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan, Minggu, 25 Maret 2018.

Terkait kematian bayi Calista, kata Hendy, pihaknya bakal memproses hukum lebih lanjut. Sejauh ini, ibu kandung korban bernama Sinta sudah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun pihak-pihak yang telah diperiksa sudah mencapai enam orang. Keenam orang itu disebut mengetahui kasus penganiayaan yang kerap dilakukan oleh Sinta.

Dari informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, penganiayaan yang dialami bayi Calista oleh ibu kandungnya terjadi sejak Februari hingga pertengahan Maret 2018. Puncak penganiayaan terhadap Calista ketika sang ibu kandung membantingnya ke tembok hingga terpental membentur rak piring. Akibatnya, Calista luka parah di kepala bagian belakang hingga mengalami pendarahan hebat.

Usai dianiaya dengan begitu kejam oleh ibunya, Calista yang biasanya menangis kali itu diam tak berdaya. Bahkan, tak ada gerakan sama sekali dari bayi malang itu. Ibu kandung korban yang mengetahui kondisi anaknya demikian langsung panik.

Oleh Sinta, bayi Calista segera dilarikan ke RSUD Karawang, Jawa Barat. Tiba di rumah sakit, Calista langsung ditangani dokter dengan membawanya ke ruang perawatan intensif. Sebab, saat itu kondisi Calista ternyata sudah koma.

Karena merasa curiga mendapati bayi Calista penuh luka seperti bekas cubitan, pukulan, sundutan punting rokok, dan luka di kepala bagian belakang, tim dokter langsung menghubungi pihak kepolisian setempat.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian terhadap kasus ini, Hendy mengatakan, penganiayaan yang dilakukan S terhadap anaknya Calista karena motif ekonomi. Sehari-harinya pelaku merasa tertekan secara ekonomi. Saat pelaku sedang kesal, maka akan melampiaskannya kepada bayi Calista.

Sinta merupakan orang tua tunggal bayi Calista. Selama ini, Sinta kerap tinggal di rumah Dirja, seorang buruh bangunan. Saat diperiksa polisi, Sinta sempat berkilah melakukan penganiayaan terhadap bayinya. Sinta menuding Dirja sebagai pelaku yang kerap menganiaya anaknya.

Namun, tudingan Sinta bertolak belakang dengan keterangan sejumlah saksi. Sementara Dirja justru berlaku kooperatif saat diperiksa kepolisian. Akhirnya, mengakui perbuatannya setelah bayinya koma selama 13 hari. TD

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Alat Pernafasan Tak Mampu Menolong Bayi Calista Usai Dianiaya Ibunya

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu