Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Jumat (22/6/2018) siang saat Konferensi Pers rilis hasil autopsi anak tewas dianiaya ibu kandung. Foto: Ist/Kriminologi.id

Anak Tewas Dianiaya Ibu Kandung Pendarahan di Kepala, Luka di Leher

Estimasi Baca:
Jumat, 22 Jun 2018 16:15:34 WIB

Kriminologi.id - Bocah SA, delapan tahun yang tewas dianiaya ibu kandungnya mengalami pendarahan hebat di bagian kepalanya. Demikian hasil autopsi yang didapat penyidik Polres Malang.

"Dari hasil autopsi ada pendarahan secara menyeluruh di bagian kepala dan otak korban," kata Kapolres Malang, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung dalam keterangannya yang diterima Kriminologi.id, Jumat, 22 Juni 2018.

Ia mengatakan, pendarahan di kepala SA bisa disebabkan dua kemungkinan. Pertama karena pukulan benda tumpul atau korban terjatuh saat dipukul ibu kandungnya. Akibatnya, ia menambahkan, bocah malang tersebut mengalami gegar otak. 

Ia menjelaskan, perlakuan kasar berupa pemukulan yang dilakukan ibu kandung korban juga membuat korban mengalami muntah dan kejang-kejang pada Selasa, 19 Juni 2018 malam.

Saat dirujuk ke rumah sakit, Ujung mengaku, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia pada pukul 02.45 WIB dini hari. 

"Setelah kejadian itu kita langsung melakukan autopsi. Kita periksa empat orang saksi dan melibatkan petugas P2TP2 untuk melakukan penyidikan," ujarnya.

Tersangka kasus ibu aniaya anak di Malang, Jawa Timur. Foto: Ist/Kriminologi.id
Tersangka kasus ibu aniaya anak di Malang, Jawa Timur. Foto: Ist/Kriminologi.id

Ia mengungkapkan, bocah SA tidak hanya mengalami luka di bagian kepala, melainkan di bagian kaki, punggung dan juga leher. 

"Ada juga luka akibat gigitan. Hasil autopsi itu, lalu kita sandingkan dengan keterangan tersangka dan para saksi," ujar Ujung.

Ia mengungkapkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan melibatkan ahli jiwa atau psikiater. Hal tersebut akan dilakukan   setelah bukti-bukti kekerasan yang dilakukan tersangka terpenuhi secara menyeluruh.

"Psikiater pasti kita libatkan dalam kasus ini. Tapi kita selidiki dulu fakta-fakta terkait kekerasan. Setelah semuanya lengkap, nanti juga kita lakukan rekonstruksi," kata Ujung.

Pelaku Ani Musripah (36), yang juga ibu korban itu, kini sudah berstatus tersangka kasus penganiayaan. Warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, terancam hukuman penjara selama 20 tahun. 

Reporter: Djibril Muhammad
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500