Siswi TK peserta pawai kemerdekaan di Probolinggo (18/08/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Arist MS: Panitia Pawai Siswi TK Bawa Replika Senjata Langgar Hak Anak

Estimasi Baca:
Senin, 20 Ags 2018 06:00:46 WIB

Kriminologi.id - Sementara itu Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menilai pawai anak-anak di acara HUT ke-73 RI dengan menggunakan pakain cadar dan membawa replika senjata merupakan tindakan yang salah. Letak kesalahannya adalah ketika anak-anak membawa replika senjata laras panjang dan senjata tajam.

"Itu suatu pelanggaran terhadap hak anak. Senjata selalu disimbolkan untuk perang serta kekerasan. Untuk pakaiannya itu tidak masalah, itu hak mereka, tetapi yang salah itu senjatanya," katanya saat dihubungi Kriminologi.id, Minggu, 19 Agustus 2018.

Meski dari pihak kepolisian telah memberikan keterangan jika pihak sekolah tidak ada niat buruk ketika pawai kemerdekaan dengan membawa senjata, Aris tetap menyayangkan tindakan para pengajar. 

Akibat atribut tersebut, masyarakat kemudian mengkaitkan anak-anak tersebut telah melakukan penghinaan terhadap NKRI dan Pancasila.

"Kenapa harus bawa senjata. Kenapa tidak pakai atribut lain yang membawa pesan damai. Contoh pakai atribut bawa bunga. Kan pesannya lebih terlihat enak. Kalau senjata pesan yang disampaikan kan seperti ini jadinya," kata Arist seraya mengingatkan.

Sebelumnya, Polres Probolinggo telah melakukan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Probolinggo, Jawa Timur sekaligus panitia pawai budaya HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Kota Probolinggo.

Dari klarifikasi itu terungkap jika panitia dianggap lalai meloloskan penggunaan atribut cadar dan replika senjata oleh salah satu siswi TK peserta pawai. 

Namun demikian, penggunaan atribut tersebut tidak mengarah kepada simbol-simbol radikalisme atau terorisme.

"Dalam pelaksanaan pawai budaya dari pihak panitia (Disdikpora Kota Probolinggo) lalai dalam melaksanakan kontrol dan pengecekan terkait kostum dan atribut Peserta Pawai Budaya khususnya kepada TK Kartika V Probolinggo," demikian informasi polisi yang diterima Kriminologi.id melalui siaran pers, Jakarta, Minggu, 19 Agustus 2018.

Video Viral Pawai Anak TK Bercadar Bawa Senjata Replika. Foto: Ist/Kriminologi.id
Video Viral Pawai Anak TK Bercadar Bawa Senjata Replika. Foto: Ist/Kriminologi.id

Menurut polisi, penggunaan atribut cadar hitam disertai dengan replika senjata merupakan murni ide dari TK Kartika V Probolinggo itu sendiri. Tujuannya untuk merefleksikan Perjuangan Nabi Muhammad dan tidak ada maksud mengarah kepada simbol-simbol radikalisme/teroris, namun hanya menanamkan keimanan kepada anak didiknya.

Selain itu, kostum tersebut dipilih karena alasan memanfaatkan properti yang ada di TK Kartika V Probolinggo, sehingga tidak perlu menyewa kostum. Kemudian, sebelum pawai digelar, tema yang dibawakan TK Kartika diserahkan kepada panitia.

Dalam pelaksanaannya, panitia tidak melakukan pengecekan terkait kostum yang dipakai sehingga penggunaan cadar dan replika senjata itu pun lolos.

Informasi polisi itu juga menyatakan, setelah penggunaan atribut itu mendapat reaksi di media sosial, sekitar pukul 14.30 WIB Ketua Panitia, Supaiani dan Kepala Sekolah TK Kartika V, Hartatik yang didampingi Kapolres Probolinggo Kota, Dandim 0820 Probolinggo, dan Kadiknas Kota Probolinggo melakukan konferensi pers.

Dalam konferensi pers tersebut, Hartatik menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dia menyatakan jika tema yang diusung tidak memiliki maksud apa pun selain menanamkan keimanan kepada siswi-siswinya.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500