Ilustrasi anak berusia 6 tahun. Foto: Pixabay.com

Ayah Cabuli Anak Tirinya di Karawang Saat Istri Keluar Rumah

Estimasi Baca:
Senin, 13 Ags 2018 16:30:36 WIB

Kriminologi.id - Seorang ayah bernama Enceng (42) mencabuli anak tirinya yang masih di bawah umur di Karawang, Jawa Barat. Buruh bangunan asal Sumedang, Jawa Barat itu sudah dua kali melakukan aksi bejatnya terhadap berinisial EA (6) yang merupakan anaknya. 

"Pelaku ini mencabuli anak di bawah umur, pelaku merupakan ayah tiri dari korban," jelas Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, Senin, 13 Agustus 2018.

Slamet menjelaskan, EA merupakan anak tiri yang tinggal bersama keluarga di Batujaya, Karawang, Jawa Barat. EA menjadi korban ayah tirinya yang dilakukan pertama kalipada akhir tahun 2014. Saat itu, sang istri sedang bekerja dan anak sedang tertidur di rumah.

"Pelaku sempat mengancam korban agar tidak teriak dan memberitahu siapapun, usai mencabuli korban," ujar Slamet.

Aksi pencabulan itu sempat tertutup rapat. Namun, aksi bejat sang ayah baru terungkap saat melakukan pencabulan kedua, pada pertengahan tahun 2017. 

Enceng kepergok sang istri saat hendak mencabuli anak tirinya saat korban sedang mandi di kamar mandi. Dari hasil pemeriksaan visum et repertum, Slamet menjelaskan, petugas menemukan bukti adanya luka robek di kemaluan korban.

"Kami menduga kuat itu akibat perbuatan cabul pelaku," ucapnya.

Kasatreskrim Polres Karawang AKP Maradonna Armin Mapaseng menambahkan, kasus pencabulan terhadap anak oleh ayah tirinya ini dilaporkan oleh kakek korban ke polisi.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/enceng-pelaku-pencabulan-terhadap-anak-1534148606.jpg

Pelapor, kata Slamet, geram terhadap tindakan pelaku dan ia melaporkan perbuatannya ke Mapolres Karawang. Setelah menjalani proses penyidikan, kemudian petugas yakni anggota unit PPA menangkap pelaku, pada Rabu, 1 Agustus 2018. 

Saat diperiksa petugas, pelaku Enceng sempat mengelak dari perbuatannya terhadap anak tirinya itu. Namun, berdasarkan keterangan saksi dan bukti hasil visum, pelaku terjerat pelanggaran pidana.

"Pelaku mengelak melakukan cabul, namun saksi dan bukti perbuatan pelaku sudah memenuhi unsur pidana," kata Maradonna menambahkan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang. Ancaman pidananya maksimal 15 tahun penjara. YH

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500