Ilustrasi pencabulan, Foto: Pixabay

Ayah Kandung Perkosa Anak Selama 4 Tahun, KPAI: Ini Disfungsi Keluarga

Estimasi Baca:
Minggu, 29 Apr 2018 23:05:07 WIB

Kriminologi.id - Pemerkosaan ayah kandung terhadap anaknya kembali terjadi. Di Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Pulau Bangka, anak kandung berusia 15 tahun dipekosa oleh ayahnya sendiri selama 4 tahun. 

Kasus pemerkosaan itu terungkap setelah korban melaporkannya ke kantor Polsek Jebus. Pelaku kemudian ditangkap. Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian terungkap bahwa perlakuan bejat sang ayah kepada anaknya itu telah lama dilakukan. 

Dalam menjalankan aksinya pelaku mengancam korban untuk melayani nafsu bejatnya. Laporan itu dibuat korban pada Sabtu, 28 April 2018. Kasus tersebut masih ditangani aparat Polsek Jebus, Bangka Belitung.

Menanggapi hal itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengatakan seorang ayah yang diharapkan menjadi pelindung utama, justru menjadi pelaku perbuatan asusila kepada anak kandungnya.

“Perbuatan bejat ayahnya ini sudah 4 tahun, dan korban menyimpan sekian lama. Sangat miris,” ujar Jasra Putra, Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Minggu, 29 April 2018.

Menurutnya kasus ini merupakan peringatan, bahwa dalam keluarga atau tetangga kita yang mengalami dominasi peran salah dari seorang Ayah. Justru dari seorang Ayahlah harusnya anak perempuan menemukan figur laki laki yang bisa melindunginya. 

“Ini adalah disfungsi keluarga,” kata Jasra menambahkan.

Jasra juga menyatakan budaya pelaporan kepada polisi dinilai masih menjadi persoalan tabu. Menurutnya masyarakat harus melakukan edukasi terus menerus kepada korban yang masih belum berani lapor. 

“Bahwa dimungkinkan masih banyak anak perempuan yang memaknai salah peran ayahnya. Dan tidak mengetahui bahwa itu perbuatan salah,” ujar Jasra.

Selain itu, menurut Jasra, yang menjadi keprihatianan adalah selama 4 tahun tidak ada satupun keluarga di dalam rumah yang menerima curhatan anak tersebut.

“Untuk itu pelaku harus secara UU mendapatkan pemberatan hukuman, karena harusnya merupakan figur terdekat perlindungan anak, melalui UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak pasal 76 I setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi ekonomi dan atau seksual terhadap anak,” ujarnya.

Nasib tragis juga dialami seorang remaja perempuan berinisial TH (15), 18 April 2018. Ia diperkosa ayah kandungnya berinisial TRM (43) warga Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara selama dua kali.

Peristiwa itu bermula saat pelaku pulang ke rumah kontrakannya dalam keadaan mabuk, sekitar pukul 23.00 WIB. Melihat anaknya yang sedang tertidur, tiba-tiba pelaku yang dalam keadaan mabuk membekap mulut korban dan menelanjangi korban dan langsung menyetubuhi anak kandungnya.

Pelaku juga mengancam akan diusir dan tidak akan diakui sebagai anaknya jika melaporkan hal itu.  Tidak terima diperlakukan itu, korbang melaporkan perbuatan ayahnya kepada ibunya yang sudah cerai 7 tahun lalu.

Ibu korban yang geram melaporkan hal tersebut ke Polsek Metro Penjaringan kemudian dilakukan visum, dan hasilnya korban mengalami robek pada bagian vagina. Pelaku kemudian ditangkap dan mengamankan barang bukti berupa hasil visum dan mencari barang bukti lainnya yang terkait dengan perkara tersebut.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500