QA, bocah yang dianiaya oleh ayah tirinya. Foto: Ist/Kriminologi.id

Ayah Tiri Aniaya Bocah, KPAI: Perkawinan Kedua Harus Ingat Anak

Estimasi Baca:
Jumat, 24 Ags 2018 14:05:02 WIB

Kriminologi.id - Seorang anak berusia dua tahun berinisial AQ mengalami koma dan dirawat intensif di ruang ICU RSUD Koja, Jakarta Utara, akibat dianiaya ayah tirinya. Terkait peristiwa itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan terkait perkawinan kedua, seseorang harus mengingat anak.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti, mengatakan dalam pernikahan menurutnya orang tua tidak bisa membedakan antara anak tiri dan anak kandung.

“Kejadian ini kan sering, harusnya melindungi, kan orang tua tapi malah melaukan kekerasan. Sebenarnya, kan perkawinan kedua harus mengingat anak. Anak harus menjadi pertimbangan,” ujar Retno kepada Kriminologi.id melalui sambungan telepon, Jumat, 24 Agustus 2018.

Menurutnya kasus serupa juga kerap terjadi, namun sebagian besar tidak tertangani. Namun biasanya kasus-kasus tersebut baru ramai di kalangan masyarakat jika korbannya sampai terluka parah.

“Kalo dicubit, dipukul sering tidak terlaporkan. Baru kayak gini, sebagian besar tidak tercover. Kita berharap orang tua tidak bisa serta merta menikah untuk kedua kalinya tanpa mempertimbangkan anak. Tanggung jawab pengasuhan anak,” ujar Retno.

Intinya menurut Retno, persoalan tersebut harus dilihat secara utuh. Dan jika terbukti pelaku harus dipidana. Menurutnya meskipun anak tersebut sudah tidak bersama ayah kandung namun, tanggung jawab harus tetap dilaksanakan.

“Sering sekali ayah kandung yang tidak hidup bersama, lalai, mereka harus bertanggung jawab. Baik nafkah ketemu mengasuh. Yang tersebut di UU Perlindungan Anak,” ujar Retno.

Retno juga berharap kepada para tetangga yang mendapati kekerasan terhadap anak harus segera melaporkan kepada pihak berwajib.

“Yang sebenarnya sering perlu dilihat ulang tetangga yang paling dekat apakah ada kekerasan atau nggak. Kekerasan parah baru dilaporkan ke polisi. Peran tetangga sangat penting,” ujar Retno.

Seorang anak berusia dua tahun berinisial AQ dianiaya ayah tirinya bernama Andri hingga koma pada Rabu, 22 Agustus 2018 sekitar pukul 12.00 WIB. Penganiayaan tersebut terjadi di kontarkan yang ditinggali anaknya, Yanti bersama suaminya, Andri dan korban.

Penganiayaan itu diketahui warga sekitar di Jalan Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara Rabu, 22 Agustus 2018, sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu warga curiga korban yang pingsan disiram air oleh pelaku. Warga kemudian membawa korban ke rumah sakit bersama pelaku.

Penganiayaan itu dilakukan oleh seorang ayah tiri dengan memukul dan membenturkan korban ke tembok hingga tak sadarkan diri.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500