Lokasi penganiayaan bocah oleh ayah tirinya di rumah kontarakan Cilincing. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Balita Korban Penganiayaan Ayah Tiri Akhirnya Meninggal di RSUD Koja

Estimasi Baca:
Jumat, 24 Ags 2018 14:50:30 WIB

Kriminologi.id - Balita berinisial Aq akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Koja, Jakarta Utara. Bocah berusia 2 tahun itu sempat mengalami koma setelah dianiaya oleh ayah tirinya yakni Adrianus Sayow (27).

"Inalillahi wa Inna ilaihi rojiun telah meninggal cucu saya tadi pagi," kata Gatot kakek Aq saat dikonfirmasi Kriminologi.id, Jumat, 24 Agustus 2018 siang.

Saat ini, kata Gatot, pihak keluarga masih mengurus administrasi di RSUD Koja. Rencananya, Aq akan dibawa ke rumah kakeknya di daerah Kelapa Dua, Cilincing, Jakarta Utara.

"Dibawa ke rumah saya, Insha Allah dimakamin nanti sore setelah proses administrasi selesai," kata Gatot singkat.

Aq merupakan korban kebiadaban ayah tirinya yakni Adrianus Sayow (27). Adrianus menganiaya Aq dengan cara membenturkan kepala bagian depan ke tembok.

Tak hanya itu, Adrianus juga memukuli kepala belakang anak tirinya itu. Setelah menganiaya Aq, tersangka lalu panik karena melihat anak tirinya pingsan.

Kemudian, ia membawa Aq ke toilet dan menyiram kepala korban dengan air. Tujuannnya untuk membangunkan korban, namun korban tidak kunjung terbangun.

Warga yang melihat kondisi Aq tak sadarkan diri lalu menanyakan hal itu kepada tersangka Adrianus. Namun, Adrianus hanya menjawab kalau anak tirinya itu pingsan setelah terjatuh dari atas lemari.

Rupanya, warga tidak percaya begitu saja atas jawaban Adrianus. Warga curiga setelah melihat bagian kepala depan Aq membiru akibat bekas pukulan.

Warga kemudian membawa korban ke RS Islam untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, oleh pihak rumah sakit, korban dirujuk ke RSUD Koja. Korban lalu mendapat perawatan di ruang ICU lantai 8.

Dari kejadian tersebut warga baru mengetahui bahwa Aq dianiaya oleh Adrianus ketika ibunya bernama Yanti sedang membeli nasi.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500