Ilustrasi anak. Foto: Pixabay

Balita Positif Narkoba Diduga Konsumsi Permen, BPOM Tunggu Hasil Lab

Estimasi Baca:
Senin, 2 Apr 2018 21:35:41 WIB
BBPOM Kota Pekanbaru menyatakan, pihaknya belum menerima laporan, bahkan contoh barang bukti berupa permen yang diduga mengandung narkoba dari Kepolisian Meranti, Riau.

Kriminologi.id - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru menyatakan, pihaknya belum menerima laporan, bahkan contoh barang bukti berupa permen yang diduga mengandung narkoba dari Kepolisian Meranti, Riau. Diduga, karena mengonsumi permen, seorang bocah bernama CS dinyatakan positif narkoba jenis methafetamine dan amphetamine. 

"Saya belum dapat informasi, barusan saya tanyakan ke bagian labor sampelnya belum ada masuk," kata Kepala BBPOM Kota Pekanbaru, Muhammad Kashuri kepada di Pekanbaru, Senin, 2 April 2018.

Dikatakan Muhammad Kashuri, sehubungan belum diterimanya contoh barang bukti permen bermerek "Yupi" yang diduga mengandung narkoba tersebut, BBPOM sejauh ini tidak bisa memberikan keterangan pasti.

Ia menambahkan, pihaknya belum bisa berbuat banyak, hanya bisa menunggu pengiriman barang bukti tiba di laboratorium untuk dicek. Selanjutnya jika terbukti baru dilakukan pendalaman.

"Kita banyak kasus temuan yang diuji dan tangani mana yang duluan," katanya.

DPRD Riau secara tegas menyalahkan ketidakmampuan BBPOM Pekanbaru untuk mengawasi makanan yang beredar di masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, CS, anak berusia tiga tahun asal Kepulauan Meranti positif narkoba setelah pihak RSUD setempat melakukan tes urine terhadap dirinya Sabtu, 31 Maret 2018.

Indikasi itu menguat setelah bocah ini menghabiskan beberapa bungkus permen Yupi saat dia bermain di tempat kakeknya. Pembuktian ini bermula dari anggota Sat Resnarkoba memperoleh infomasi dari masyarakat tentang kondisi bocah berusia tiga tahun delapan bulan itu.

Ibu korban, Rika Novitri melaporkan anaknya CS telah makan permen merk Yupi. Setelah mengonsumsi itu, anaknya berhalusinasi dan tidak bisa tidur. Bahkan sepanjang malam terus mengoceh.

"Dia makannya sore. Sekitar pukul 19.00 WIB, CS mulai bertingkah aneh tidak mau tidur sampai pagi," kata Rika
   
Setelah melihat anaknya bertingkah aneh pada Sabtu siang kemarin CS dilarikan ke RSUD Meranti dan didampingi Sat Resnarkoba. Pihak rumah sakit kemudian melakukan tes urine. Di situlah diketahui bocah itu positif narkoba jenis methafetamin dan amphetamin.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500