Balita Positif Narkoba, LPAI: Harus Diusut Ibunya

Estimasi Baca :

Pixabay.com - Kriminologi.id
Pixabay.com
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Reza Indragiri mengatakan harus diusut penyebab Rika Novitri positif narkoba.

Kriminologi.id - Seorang balita berinisial CS dinyatakan positif narkoba jenis methafetamin dan amphetamin, diduga setelah mengonsumsi permen kesukaannya. Tak hanya bocah CS, ibu kandungnya, Rika Novitri juga dinyatakan positif narkoba.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Reza Indragiri mengatakan harus diusut penyebab Rika Novitri positif narkoba. Kata Reza, hal ini akan mengetahui apakah balita CS benar-benar terpapar narkoba setelah mengonsumsi permen atau karena ASI yang dikonsumsi dari ibunya itu.

"Boleh jadi narkotika masuk ke tubuh si anak lewat ASI. Nah, kalau demikian, apakah si ibu memakai zat-zat tersebut berdasarkan resep? Atau tanpa resep? Bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan obat-obatan?" kata Reza dalam keterangan tertulis yang diterima Kriminologi.id di Jakarta, Selasa, 3 April 2018.

Reza mengatakan, jika benar Rika mengkonsumi narkoba, maka ia bisa saja dipidana. "Ibu yang menyalahgunakan obat-obatan, lalu zat-zat adiktif itu masuk ke tubuh anaknya melalui ASI, bisa kena pidana. Bahkan, jika divonis bersalah, patut dikenakan sanksi pemberatan," ujarnya.

CS, anak berusia tiga tahun asal Kepulauan Meranti positif narkoba setelah pihak RSUD setempat melakukan tes urine terhadap dirinya Sabtu, 31 Maret 2018.

Indikasi itu menguat setelah bocah ini menghabiskan beberapa bungkus permen Yupi saat dia bermain di tempat kakeknya. Pembuktian ini bermula dari anggota Sat Resnarkoba memperoleh infomasi dari masyarakat tentang kondisi bocah berusia tiga tahun delapan bulan itu.

Ibu korban, Rika Novitri melaporkan anaknya CS telah makan permen merk Yupi. Setelah mengonsumsi itu, anaknya berhalusinasi dan tidak bisa tidur. Bahkan sepanjang malam terus mengoceh.

Setelah melihat anaknya bertingkah aneh pada Sabtu siang kemarin CS dilarikan ke RSUD Meranti dan didampingi Sat Resnarkoba. Pihak rumah sakit kemudian melakukan tes urine. Di situlah diketahui bocah itu positif narkoba jenis methafetamin dan amphetamin

Sementara itu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru menyatakan pihaknya belum menerima laporan, bahkan contoh barang bukti berupa permen yang diduga mengandung narkoba dari Kepolisian Meranti, Riau. 

Muhammad Kashuri mengatakan, pihaknya belum menerima contoh barang bukti permen bermerek "Yupi" yang diduga mengandung narkoba tersebut. BBPOM sejauh ini tidak bisa memberikan keterangan pasti.

Diakui dia, pihaknya kini belum bisa berbuat banyak dan hanya bisa menunggu pengiriman barang bukti tiba di laboratorium untuk dicek, selanjutnya jika terbukti baru dilakukan pendalaman. DM

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Balita Positif Narkoba, LPAI: Harus Diusut Ibunya

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu