Bayi Buta Korban Malapraktik RS Omni Lahir Saat Kandungan Usia 7 Bulan

Estimasi Baca :

RS Omni Alam Sutera. Foto: www.omni-hospitals.com - Kriminologi.id
RS Omni Alam Sutera. Foto: www.omni-hospitals.com

Kriminologi.id - Jared Christopel, bayi yang mengalami kebutaan permanen dan saudara kembarnya Jayden mengalami mata silinder setelah dirawat di Rumah Sakit Omni Alam Sutra, Tangerang Selatan ternyata dilahirkan pada usia kandungan ibunya, Juliana Dharmadi baru 7 bulan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kuasa Hukum RS Omni Alam Sutra, Harry Sitorus. Harry membantah pelayanan RS Omni menyababkan anak yang kini berusia 10 tahun itu mengalami kebutaan permanen. Menurutnya, pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan sesuai standar yang berlaku.

“Salah satunya itu (lahir prematur) dan kita sudah melakukan sesuai SOP,” kata Harry di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten pada Rabu, 11 Juli 2018. 

Harry menjelaskan, standar operasional pelayanan yang diberikan RS Omni Alam Sutra sudah tepat dalam menangani bayi Jared Christopel yang terlahir prematur. Dalam penanganannya, salah satunya yakni dengan cara memasukkan bayi ke dalam inkubator. 

Terkait saksi yang dihadirkan pihak pelapor bernama Wibisana, Harry enggan memberikan keterangan. Ia mengatakan tak mau mendahului pengadilan dengan memberik pernyataan terkait kesaksian yang disampaikan Wibisana. 

"Belum bisa kasi keterangan lebih lanjut karena. biarkan proses hukum berjalan nanti kita lihat hasilnya seperti apa. saya ga mau mendahului pengadilan karena pihak kita merasa sudah melakukan secara SOP, " Lanjutnya.

Kedua buah hati Juliana diketahui lahir pada 26 Mei 2008 di Rumah Sakit Omni, Alam Sutra, Tangerang Selatan. Usai melahirkan dan dirawat di RS Omni, anaknya Jared Christopel mengalami kebutaan permanen. Sedangkan Jayden kembaran Jared mengalami mata silinder. Diduga, kebutaan tersebut akibat malapraktik. Karena itu, Juliana menggugat pihak RS Omni.

Dalam persidangan perdata ini, pihak Juliana menggugat dua hal kepada RS Omni. Pertama, Juliana menggugat RS Omni sebagai institusi. Kedua, giliran dokter Ferdi yang digugat Juliana karena menjadi tenaga medis saat anaknya dirawat. 

“RS Omni saya gugat karena saya membayar biaya kesehatan itu kepada Omni, dan saya menggugat DR ferdi sebagai tenaga praktisi sendiri," kata Juliana.

Juliana mengatakan, saat proses persalinan di RS Omni pada 2008 ia harus membayar uang sebesar Rp 250 untuk sebagai biaya persalinan kedua anaknya. 

Juliana berharap gugatannya kali ini dapat memenuhi haknya sebagai pihak yang dirugikan oleh Rumah Sakit Omni. Sebelum kasus ini berlanjut hingga sekarang, Juliana pernah melaporkan perkara ini ke Polda Metro Jaya namun berakhir dengan SP3. TD

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Bayi Buta Korban Malapraktik RS Omni Lahir Saat Kandungan Usia 7 Bulan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu