Ilustrasi penculikan bayi. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Bayi Korban Penculikan Tahun 1969 Tuntut Bidan Rumah Sakit

Estimasi Baca:
Selasa, 26 Jun 2018 22:30:32 WIB

Kriminologi.id - Eduardo Vela, seorang dokter kebidanan di Spanyol yang berusia 85 tahun diadili atas tuduhan penculikan bayi pada 1969. Ia dituduh memalsukan dokumen, menculik anak-anak di bawah tujuh tahun dan memalsukan kelahiran saat ia bekerja di rumah sakit San Ramon di Madrid.

Ines Madrigal menuntut Vela memalsukan akte kelahirannya pada 1969 untuk menunjukkan kepada ibu angkatnya yang sudah meninggal sebagai orangtua kandungnya.

Madrigal, yang diberitahu ibunya pada usia 18 tahun bahwa ia adalah anak angkat, curiga tentang latar belakangnya setelah membaca tulisan koran tentang bayi curian sekitar delapan tahun lalu, katanya kepada Reuters Television, dikutip dari Antara.

"Itu membuat bulu di lenganku berdiri seperti paku," katanya.

Vela, yang sudah renta dan lemah berjuang untuk mendengar pertanyaan kepadanya di pengadilan. Ia menolak menyerahkan bayi itu dan menyangkal bahwa tanda tangan di akta kelahiran Madrigal adalah miliknya.

"Saya tidak pernah memberikan bayi kepada siapa pun," katanya.

Vela menjadi orang pertama yang dituntut atas skandal pencurian bayi, yang mempengaruhi ribuan orang selama kekuasaan Jenderal Francisco Franco.

Pada satu dasawarsa lalu, hakim Spanyol Baltasar Garzon mencatat perkara sekitar 30.000 anak-anak Spanyol, yang diambil saat lahir dalam pemerintahan Franco. Garzon dilarang duduk di pengadilan pada 2012 karena penyadapan gelap dan tidak lagi bertindak sebagai hakim di Spanyol.

Perkara itu menggemakan peristiwa selama kediktatoran militer pada 1976-1983 di Argentina, tempat pengadilan sejak itu menjatuhkan hukuman penjara panjang untuk pencurian terpola atas bayi dari tahanan politik.

Di luar persidangan, pegiat mengenakan kaos kuning dan menyanyikan "Kami ingin keadilan!" berunjuk rasa menuntut pembukaan kembali perkara lain.

Pegiat mengatakan pejabat mengambil bayi dari ibu "tidak sesuai", sering anggota komunis atau kiri, dan memberikan mereka ke keluarga terhubung dengan penguasa. Mereka menyatakan itu berlanjut setelah kematian Franco hingga 1980-an.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500