Bayinya Buta, Ortu Gugat RS Omni Alam Sutera Rp 2,68 Miliar

Estimasi Baca :

Ilustrasi anak terjebak dalam gua. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi anak menderita buta permanen akibat dugaan malapraktik, Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Tindakan malapraktik yang menimpa bayi kembar Jared Christopel dan Jayden di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tangerang, Banten akan digugat oleh keluarga korban pada lusa. Sidang gugatan ini akan berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang.

"Sidang gugatan terhadap tergugat RS Omni dan dua dokter akan digelar Rabu, 11 Juli 2018 di PN Tangerang," kata Juliana Dharmadi, Ibu bayi kembar tersebut pada Senin, 9 Juli 2018.

Juliana mengatakan pihaknya telah memberikan kuasa hukum kepada Maddonleo T Siagian untuk menggugat dokter FL sebagai tergugat I, RS Omni (tergugat II), dan dokter AHS (turut tergugat).

Juliana menjelaskan, gugatan itu terkait dengan dugaan malapraktik yang dilakukan oleh dokter FL sebagai tergugat I. Dokter FL bekerja di bawah tanggung jawab RS Omni Alam Sutera.

Juliana menuturkan, pihak tergugat tersebut diduga tanpa meminta persetujuan dan pemberitahuan yang menimbulkan kerugian sehingga menambah kondisi kedua anak kembarnya itu menderita cacat permanen.

"Anak saya bernama Jared mengalami kebutaan total dan mata silinder diderita Jayden," ujar Juliana.

Untuk memeriksakan kondisi kedua anak kembarnya ini, Juliana mengatakan, ia sempat mendatangi sejumlah petugas rumah sakit spesialis mata di Jakarta, bahkan ia juga memeriksakannya ke Westmead Childrens Hospital Sydney, Australia. Di rumah sakit ini, kedua anaknya ditangani oleh dokter spesialis mata dan retina Jeremy Smith.

Dari seluruh pemeriksaan dokter tersebut, kata Juliana, terkuak Jared mengalami kebutaan total. Kebutaan ini diduga akibat malapraktik yang mengakibatkan kerusakan syaraf pada bagian retina sehingga tidak dapat dilakukan operasi dan transplantasi.

Dokter di RS Omni Alam Sutera yang menangani Jared dan Jayden, kata Juliana, terindikasi tidak mengambil tindakan pencegahan sesuai prosedur standar operasional. Dokter tersebut juga tidak menyampaikan informasi yang jelas dan akurat terkait kesehatan maupun kondisi organ tubuh kedua bayi kembarnya.

Atas peristiwa ini, Juliana menggugat para tergugat untuk memberikan ganti rugi secara materil maupun immateril sekitar Rp 2,68 miliar.

Sebelumnya, Juliana pernah melaporkan adanya dugaan malapraktik dokter di Rumah Sakit Omni Alam Sutera. Namun, penyidik Polda Metro Jaya mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) sekitar 2010.

Pihak orang tua bayi sempat mengadukan keluarnya surat penghentian itu ke Propam Polda Metro Jaya. Mereka mencurigai adanya tindakan penyalahgunaan yang dilakukan penyidik saat proses penyelidikan.

Bahkan, Juliana menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meminta dukungan agar kasus itu dibuka kembali.  NL

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Bayinya Buta, Ortu Gugat RS Omni Alam Sutera Rp 2,68 Miliar

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu