Ilustrasi perbuatan tindak pidana asusila terhadap anak. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Bermodal Rp 20 Ribu, Pedagang Cireng Cabuli Bocah SD di Garut 4 Kali

Estimasi Baca:
Rabu, 21 Mar 2018 21:25:31 WIB

Kriminologi.id - Seroang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi korban tindak pidana asusila oleh seeorang pria paruh baya berinisial A. Polres Garut meringkus pria berusia 54 tahun itu setelah mendapat laporan dari orang tua korban.

"Kami menangkap pelaku ini berdasarkan laporan orang tua korban yang curiga anaknya diperlakukan tak senonoh," kata Kepala Kepolisian Resor Garut, Ajun Komisaris Besar Budi Satria Wiguna di Garut, Jawa Barat, Rabu, 21 Maret 2018.

Menurut Budi, korban yang masih berusia 12 tahun itu sudah menjadi korban perbuatan tidak senonoh oleh tersangka sejak Desember 2017. Sebanyak empat kali perbuatan asusila tersebut dilakukan di kampungnya. Modusnya, tersangka yang sehari-harinya berdagang makanan cireng itu menjalankan aksinya dengan merayu korban dan akan memberi uang apabila menuruti keinginan bejatnya.

"Jadi tersangka ini modusnya merayu korban dengan memberi uang Rp 20 ribu. Orang tua korban curiga anaknya punya uang, lalu ditanya ternyata uang tersebut dari tersangka," katanya.

Kapolres menyampaikan, perbuatan tersangka itu langsung dilaporkan oleh orang tua korban. Tidak lama kemudian, polisi menangkapnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum yang berlaku. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya hanya meraba-raba dan tidak sampai melakukan perbuatan hubungan intim.

"Apapun penjelasannya kita akan visum korbannya untuk mengetahui sejauh mana perbuatan pelaku terhadap korban," katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka mendekam dalam sel tahanan Polres Garut untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 76 E jo pasal 82 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. TD

KOMENTAR
500/500