ilustrasi rokok yang disita tanpa cukai. Foto: Ist/Kriminologi.id

Bocah 2,5 Tahun di Sukabumi Kecanduan Rokok, Mengamuk Tak Dikasih

Estimasi Baca:
Kamis, 16 Ags 2018 19:30:08 WIB

Kriminologi.id - Seorang bocah berusia 2,5 tahun berinisial R tahun warga Kampung Pondok Anyar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kecanduan rokok dan kopi. Bila sehari saja tidak mengisap rokok, anak bungsu pasangan Misbahudin (36) dengan Maryati (35) itu bisa mengamuk seharian.

"Sudah sebulan anak saya kecanduan rokok, awalnya hanya penasaran tapi ke sini menjadi pecandu," kata orang tua RF, Misbahudin di Sukabumi, Kamis, 16 Agustus 2018.

Informasi yang dihimpun, bocah yang tinggal di RT 04, RW 04, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak tersebut awal menjadi pecandu karena melihat lingkungannya banyak orang dewasa yang merokok. Awalnya hanya melihat dan memperhatikan saja serta seperti tertarik jika ada orang yang membuang puntung rokok.

Penasarannya pun memuncak, saat ada orang yang membuang puntung rokok yang masih menyala dan langsung dipungutnya. Bahkan puntung itu pun dihisap RF dan akhirnya kecanduan hingga sekarang.

Bahkan, kecanduannya itu semakin menjadi dan tidak segan meminta uang atau jajan ke orang tuanya hanya untuk membeli rokok dan kopi. Berbeda dengan anak seusianya yang biasanya ke warung untuk membeli permen atau makanan, RF malah menunjuk rokok untuk dibelinya.

Menurut dia, jika keinginan putranya itu tidak dituruti maka akan mengamuk dan sulit dihentikan. Parahnya lagi, kebiasaan buruk anaknya itu sudah tidak malu lagi jika ada orang dewasa merokok maka RF memintanya.

"Saya sudah sering melarangnya tetapi terus mengamuk, bahkan pernah saat merokok langsung dibuang sama saya yang ada malah menangis dan terus memintanya. Saya bingung bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruknya agar tidak lagi kecanduan rokok," tutur Misbahudin.

Sementara, nenek RF yakni Arsiti mengatakan sudah sering dilarang dan coba diobati, tetapi tidak bisa menghilangkan kecanduan merokoknya. Parahnya lagi, setiap merokok juga harus dengan kopi dan tidak segan meminta rokok ke orang dewasa.

"Berharap cucu saya bisa lepas dari kecanduan merokoknya, karena khawatir dengan kondisi kesehatannya," katanya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500