Bocah Korban Sembako Monas Kejang-kejang Sebelum Pembuluh Darah Pecah

Estimasi Baca :

Komariah (kiri) ibunda Muhammad Rizky Saputra, anak yang tewas dalam pembagian sembako di silang Monas, Jakarta Pusat. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Komariah (kiri) ibunda Muhammad Rizky Saputra, anak yang tewas dalam pembagian sembako di silang Monas, Jakarta Pusat. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Mahesa Junaedi (13), salah seorang dari dua bocah yang menjadi korban tewas di Monas, Jakarta, saat berlangsungnya acara pembagian sembako, sempat mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya mengeluarkan darah lewat hidung karena pembuluh darahnya pecah.

Menurut orang tua Mahesa, Djuanedi, anaknya masuk rumah sakit pada pukul 15.30 WIB. Itu setelah ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri oleh dua petugas Satpol PP. Dari keterangan petugas tersebut, anaknya ditemukan di luar area Monas.

“Di ruang jenazah itu, saya ditanya 'ini anak bapak?' saya bilang bener ini anak saya. Di situ udah ada petugas kepolisian dan saya bertanya sama petugas kepolisian, ini anak saya kenapa? anak saya kenapa kok mengeluarkan darah dari hidung, saya pertanyakan,” kata Djunaedi saat ditemui di Jakarta. 

Di saat itulah, Djunaedi yang panik mengira anaknya mengalami tindakan penganiayaan. Namun, oleh petugas hal tersebut dibantah lantaran saat Mahesa masuk rumah sakit kondisinya dalam keadaan tanpa luka. 

"Saya pertanyakan, kenapa anak saya pak? apa anak saya dianiaya? dijawab enggak, anak bapak masuk mulus," kata Djunaedi. 

Oleh pihak kepolisian, Djunaedi akhirnya diminta menunggu pihak dokter yang akan menjelaskan ihwal darah yang keluar dari hidung anaknya itu. Setelah menunggu, dokter yang menangani anaknya menyebutkan bahwa Mahesa 

Menurut keterangan dokter, kata Djunaedi, darah yang keluar dari hidung Mahesa karena suhu tubuhnya yang saat itu mencapai 42 derajat Celsius. Kemudian mengalami kejang terus-menerus. Akibatnya, pembuluh darah Mahesa pecah, sehingga mengeluarkan darah dari hidung.

“Di situ saya udah gak bisa ngomong apa-apa,” ujarnya. 

Sebelumnya beredar informasi di media sosial yang menyebutkan, pada 28 April 2018 ada 2 orang anak yang tewas akibat kepanasan mengantre pembagian sembago di kawasan Monas. Kedua anak itu berinisial MJ (13) dan R (11). Mereka dikabarkan meninggal dunia di RSUD Tarakan setelah ditemukan pingsan di sekitar kawasan Monas dan dilarikan ke rumah sakit. TD

Baca Selengkapnya

Home Renata Anak Bocah Korban Sembako Monas Kejang-kejang Sebelum Pembuluh Darah Pecah

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu